Menu

Mode Gelap
Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia

Kabar · 8 Jan 2026 16:43 WIB ·

Tahun 2026 Bakal Muncul 4 Gerhana Matahari dan Bulan


 gerhana Perbesar

gerhana

nujepara.or.id – Sebanyak empat gerhana matahari dan bulan akan terjadi selama 2026, namun tidak semua gerhana itu bakal melintasi Indonesia.

Namun hanya satu peristiwa yang bisa dilihat di wilayah Indonesia, yaitu gerhana bulan pada Maret nanti.

Gerhana pertama adalah gerhana matahari cincin pada 17 Februari yang bertepatan dengan perayaan Imlek. Kemudian gerhana bulan total pada 3 Maret yang bisa disaksikan di Indonesia setelah Matahari terbenam. Berikutnya peristiwa gerhana matahari total 12-13 Agustus, lalu gerhana bulan sebagian pada 28 Agustus

Dari laman Langit Selatan, gerhana matahari cincin 17 Februari hanya bisa disaksikan di Antartika, yang klimaksnya berlangsung selama 2 menit 5 detik, sedangkan yang mendapat gerhana matahari sebagian seperti wilayah selatan Argentina, Chile, dan Afrika.

Sementara gerhana bulan total pada 3 Maret yang bisa disaksikan di Indonesia, juga melintasi kawasan timur Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan sebagian wilayah Amerika Serikat. Di Indonesia, gerhana bulan total akan mulai berlangsung sejak sore hari. Kontak pertama atau gerhana penumbra bisa diamati di wilayah timur yang dimulai pukul 17.44 waktu setempat.

Selanjutnya, saat fase kontak kedua atau saat gerhana sebagian bisa ikut disaksikan warga di bagian tengah Indonesia mulai pukul 17.50 waktu setempat. Hingga fase gerhana bulan total dimulai pukul 18.04 WIB, fenomena itu bisa dilihat oleh penduduk Indonesia bagian barat. Gerhana bulan total itu akan berlangsung selama 58 menit 19 detik dan berakhir pukul 19.02 WIB.

Gerhana sebagian terus berlangsung saat Bulan meninggalkan umbra atau bayang-bayang inti Bumi. Gerhana sebagian berakhir pukul 20.17 WIB saat Bulan masuk dalam bayang kabur atau penumbra. Seluruh proses gerhana berakhir pada pukul 21.22 WIB saat Bulan meninggalkan penumbra Bumi. 

Sedangkan gerhana matahari total 12-13 Agustus hanya akan melintasi wilayah utara Amerika Serikat, barat Afrika, dan Eropa. Sementara jalur fase gerhana totalnya bisa diamati di wilayah Arktik, Greenland, Islandia, Spanyol, Portugal, Rusia, selama 2 menit 18 detik.

Terakhir, gerhana bulan sebagian pada 28 Agustus hanya bisa diamati oleh pengamat di wilayah timur Pasifik, Amerika, Eropa, dan Afrika, selama 3 jam 18 menit dari total durasi 5 jam 37 menit.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

8 Januari 2026 - 16:24 WIB

Gus Dur di Mata Mereka, Kelenteng Bikin Ruang Perhormatan, Kristen Sebut Just Peace Viral di Eropa

6 Januari 2026 - 10:09 WIB

Ini 3 Agenda Harlah NU, Mulai dari Haul Gus Dur Hingga Muskercab, Bakal Dihadiri Ribuan Orang

5 Januari 2026 - 10:09 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia

21 Desember 2025 - 19:55 WIB

Ustadz Miqdad Sya'roni

Hj. Nur Istiqlaliyah Kembali Nahkodai Muslimat NU Bangsri Periode 2025-2030

21 Desember 2025 - 19:34 WIB

Hj. Nur Istiqlaliyah Kembali Nahkodai Muslimat Bangsri
Trending di Headline