Menu

Mode Gelap
Peduli Hutan Muria, Ratusan Siswa MTs dan MA Safinatul Huda Ikuti Matsama Bareng Perhutani NU Sorong Papua Kirimkan Santri ke Jepara, Salah Satunya Kuliah di UNISNU Dimakamkan di Mayong, Ini Kisah Raden Ayu Mas Semangkin Sang Senopati Perang Lereng Muria Rayakan 1 Muharram, NU Ranting Bulungan Gelar Doa Bersama Pawai Obor Warga NU Desa Bawu Sambut Tahun Baru 1446 Hijriyah, Momentum Perkuat Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan

Kabar · 16 Jan 2020 23:47 WIB ·

Tepuk “Islam Yes Kafir No” Mencederai Gerakan Pramuka


 Tepuk “Islam Yes Kafir No” Mencederai Gerakan Pramuka Perbesar

Pinsako Ma’arif NU Jepara, H. Hisyam Zamroni. (Dok. pribadi)

nujepara.or.id – Tepuk pramuka berbunyi “Islam Islam Yes, Kafir Kafir No” yang diajarkan pembina pramuka di Yogyakarta direspon Sakoma NU Jepara. Menurut Pinsako Ma’arif NU Jepara, H. Hisyam Zamroni yel-yel yang diajarkan di salah satu SD itu mencederai semangat gerakan Pramuka.

“Yel-yel itu justru jauh dari semangat gerakan Pramuka Indonesia karena mendeskriditkan orang lain dengan sebutan No Kafir atau Kafir No,” tandasnya.

Melalui kejadian itu secara sederhana pihaknya menganalisis Dasa Dharma Pramuka. Di dalam Dasa Dharma lanjut Hisyam disebutkan
Pertama, Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Dasa Dharma yang pertama ini sudah jelas dan gamblang bahwa anggota pramuka diajarkan untuk mempercayai Tuhan sesuai dengan agamanya masing-masing dan menghormati antar pemeluk agama,” jelas Wakil Ketua PCNU Jepara ini.

Bunyi Dasa Dharma yang kedua yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

“Ajaran pokok yang kedua ini memberikan motivasi anggota Pramuka menghidupkan rasa kemanusian, rasa cinta kasih, menghormati, menghargai, dan saling menolong kepada seluruh umat manusia terlepas daripada suku, agama, negara, budaya, dll,” lanjutnya.

Adapun bunyi Dasa Dharma ke sepuluh Suci Dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan. Pemilihan kata “suci” ini paparnya mempunyai harapan agar anggota pramuka terlepas dari hal-hal yang negatif baik yang bersumber dari pikiran, perkataan dan perbuatan sehari-hari terhadap alam dan seluruh umat manusia. “Atau dengan kata lain anggota pramuka harus mampu mengsingkronkan antara pikiran, perkataan dan perbuatan atau mudahnya dan tidak menjadi orang munafik,” lanjutnya, Kamis (16/1).

Nah, atas dasar ketiga Dasa Dharma tersebut pihaknya kaget dan tercengang dengan adanya ulah oknum seorang pembina pramuka yang mengajarkan yel-yel yang justru tidak sesuai dan jauh dari semangat Dasa Dharma pramuka.

Pihaknya berharap dengan kejadian tersebut ada solusi terbaik untuk pembinaan dan pelatihan kepada pembina-pembina tingkat gugus depan dan pembina yang lain baik dari kursus di tingkat dasar sampai pada tingkat lanjutan untuk diperkuat kurikulum dan proses pembinaannya agar sesuai dengan pakem dan harapan gerakan Pramuka ke depan yaitu menjadi Insan yang ber-Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ikut serta membangun Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di akhir statemennya pihaknya juga mengajak interospeksi ke dalam (internal) untuk membenahi dan memajukan Gerakan Pramuka Indonesia ke depan. (ip)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peduli Hutan Muria, Ratusan Siswa MTs dan MA Safinatul Huda Ikuti Matsama Bareng Perhutani

19 Juli 2024 - 15:01 WIB

NU Sorong Papua Kirimkan Santri ke Jepara, Salah Satunya Kuliah di UNISNU

16 Juli 2024 - 16:16 WIB

Prihatin Pengguna Transportasi Umum Menurun, Mahasiswa Unisnu Ciptakan Aplikasi JETA

14 Juli 2024 - 22:46 WIB

Rayakan 1 Muharram, NU Ranting Bulungan Gelar Doa Bersama

10 Juli 2024 - 11:52 WIB

Pawai Obor Warga NU Desa Bawu Sambut Tahun Baru 1446 Hijriyah, Momentum Perkuat Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan

10 Juli 2024 - 01:31 WIB

Peserta Pawai Obor Desa Bawu berjalan kaki menyambut Tahun Baru Islam 1446 H

YPM NU Jepara Boyong Empat Tropy Juara di Gebyar PAUD dan TPQ Tingkat Jateng

9 Juli 2024 - 09:41 WIB

Trending di Kabar