Menu

Mode Gelap
Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik Aliansi Santri Jepara Desak Komdigi dan KPI Cabut Izin Trans7, Buntut Tayangan yang Lecehkan Pesantren Visiting Lecturer di Negeri Tirai Bambu, Aprilia Wakili UNISNU Jepara Kenalkan Wisata Bahari Indonesia

Kabar · 23 Apr 2016 16:41 WIB ·

Warga Dermolo Kembang dan Suku Dayak Losarang Indramayu Belajar Inklusi Ke Plajan Pakis Aji


 Warga Dermolo Kembang dan Suku Dayak Losarang Indramayu Belajar Inklusi Ke Plajan Pakis Aji Perbesar

Warga Dermolo Kembang dan Suku Dayak LosarangJEPARA – Kelompok Perempuan Cahaya Mandiri Desa Dermolo Kembang dan Suku Dayak Losarang Indramayu melakukan kunjungan belajar inklusi di Plajan, Pakis Aji, Jumat, 22/4. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Manusia NU (PC Lakpesdam NU) Kabupaten Jepara yang bertujuan untuk saling bertukar pengalaman tentang  penanaman nilai-nilai keragaman budaya.
Ketua PC Lakpesdam NU Jepara, Ahmad Sahil, dalam sambutan acara tersebut menekankan bahwa saat ini prinsip toleransi antar umat beragama sangat diperlukan untuk menghindari konflik yang disebabkan oleh perbedaan keyakinan. “Semoga dengan agenda belajar kunjungan inklusi ini, kita bisa menambah wawasan dan pembelajaran tentang arti kemajemukan. Kita berharap perbedaan dalam bentuk apapun, baik agama, budaya, maupun etnis, tidak menjadikan penghambat untuk saling menghargai dan menghormati,” kata Gus Sahil.
Desa Plajan dipilih sebagai tempat kunjungan karena mempunyai kultur masyarakat yang heterogen dan terdiri dari berbagai macam agama, seperti Islam, Hindu, dan Kristen. Uniknya, mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini tidak lepas dari peran aparat pemerintah desa yang selalu melibatkan warganya dalam setiap perumusan kebijakan yang bersifat publik.
“Pemeluk Islam di Plajan ada 7.223 orang, Kristen 37 orang, dan Hindu 789 orang. Untuk mencegah konflik, pemerintah desa berusaha melibatkan seluruh golongan dalam setiap kebijakan yang akan diambil. Kami duduk bersama, dialog, kira-kira apa saja yang perlu kita kerjakan bersama,” kata Priyatin, Petinggi Plajan.
Dalam acara tersebut, masing-masing perwakilan tokoh lintas agama di desa Plajan memberikan pandangannya mengenai pentingnya makna multikulturalisme dan kebhinekaan. Tupomo selaku perwakilan tokoh agama Islam berpandangan bahwa keyakinan agama seseorang tidak bisa dipaksakan, sebab berkaitan dengan hati dan petunjuk Tuhan. “Bagi umat Islam, agama adalah hidayah. Itu adalah hak prerogatif Allah. Sampai kini, kami tidak curiga terhadap agama Hindu dan Kristen karena mereka juga bersikap baik kepada kami,” ujarnya.
Berbeda dengan Islam, agama Hindu memegang teguh ajaran memanusiakan manusia dan mempercayai Karmapala. “Jika kita memaksakan orang lain untuk ikut agama kita, itu bertentangan dengan ajaran Hindu, karena kami mengusung humanisme. Di Hindu juga ada konsep karmapala, yaitu setiap perbuatan baik maupun buruk pasti akan kembali pada diri kita. Jika saya memaksakan agama Hindu untuk dianut orang lain, pasti agama lain juga akan bertindak yang sama. Makanya, masing-masing agama harus saling instropeksi dari dalam,” kata Mulyadi, Sekretaris Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Jepara.
Hal senada juga diungkapkan Pdt. Sumihar Tambunan dari perwakilan tokoh agama Kristen. “Saya berterima kasih kepada pemerintah desa Plajan dan seluruh masyarakat. Meskipun kami termasuk golongan minoritas, tapi selalu dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan.”
Acara ini juga dihadiri oleh tokoh lintas agama desa Plajan, Lakpesdam Indramayu, Perangkat Desa Krimun Kecamatan Losarang Indramayu, IPNU-IPPNU,  Karang Taruna Desa Dermolo, dan Perangkat Desa Dermolo Kembang Jepara. Peserta juga diajak berkeliling ke kawasan Gong Perdamaian Dunia di desa Plajan sebagai simbol kerukunan yang sudah diakui oleh 202 Negara yang ada di dunia.
 
 

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Glory Casino Live Casino Tips for an Enjoyable, Low-Stress Play Experience

28 Desember 2025 - 20:25 WIB

Exploring Glory Casino Mobile Slots Gameplay Experience: Tips and Features

28 Desember 2025 - 00:17 WIB

Glory Casino Mobile Betting Experience Explained: Benefits and User Tips

27 Desember 2025 - 22:00 WIB

Mostbet AZ üzərindən idman mərci yerləşdirmə qaydası və strategiyaları

26 Desember 2025 - 12:58 WIB

Master Casino Glory Demo Games for Learning Basics Effectively and Quickly

26 Desember 2025 - 12:14 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kabar