Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 5 Agu 2016 07:36 WIB ·

Ayah Ketua PCI Fatayat NU Mesir Wafat


 Ayah Ketua PCI Fatayat NU Mesir Wafat Perbesar

KH Jazeri Murtadlo

KH Jazeri Murtadlo


JEPARA – Syuriah NU Ranting Kecapi 1 Kecamatan Tahunan, KH Jazeri Murtadlo wafat pada Kamis (4/8) pukul 02.00 dinihari karena sakit hernia sejak Selasa. Berita wafatnya Kiai Jazeri dengan cepat menyebar dan pentakziyah mulai berdatangan sejak sebelum subuh.
Kiai Jazeri meninggalkan seorang istri, lima anak (dua putri dan tiga putra) dan satu cucu. Istrinya, Hj Maghfiroh menjadi saksi atas wafatnya pengurus syuriah NU Kecapi 1 tersebut. “Bapak meninggal dalam pelukan ibu sekitar pukul 02.00,” ungkap Naili Milatun Nida, putri sulung almarhum. Putra-putri beliau yang lain adalah Muhammad Risya Islami, Sa’idatul Arnia, Ahmad Iyabul Haromen, dan Ahmad Fais Hadliri, serta cucu Nadine Auliannisa.
Salah satu putrinya, Sa’idatul Arnia adalah Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat NU Mesir periode 2015-2016. Arnia adalah mahasiswi lulusan Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Pati, Jawa Tengah. Ia kali pertama menempuh studi di Al-Azhar Kairo pada 2011 dengan mengambil kuliah di Fakultas Lughah al-‘Arabiyah.
Haji Zeri, panggilan akrab masyarakat sekitar kepada almarhum, dikenal sebagai tokoh agama yang sangat rajin. “Yang saya ingat dari pak Haji Zeri, beliau itu orangnya sregep (rajin, red). Misalnya menjadi imam shalat maktubah di masjid, beliau sangat rajin”, cerita Fathul Mufid dalam sambutan wakil keluarga saat upacara pemberangkatan jenazah.
Berita wafatnya Kiai Jazeri cukup mengagetkan para koleganya, di antaranya adalah KH Kamil Ahmad, wakil rais syuriah PCNU Jepara. “Senin lalu masih bersama saya ngaji di Demangan. Beliau mengajak memanjatkan doa Allahumma haqqiqna bittaqwa wal istiqaamah”, ungkap Kiai Kamil saat memberikan tausiyah sekaligus sambutan wakil PCNU Jepara.
Kiai Jazeri lahir pada 16 juli 1953, dan wafat pada usia 63 tahun. Tepat setelah shalat ashar, Ia dimakamkan di Makam Rogojati Desa Kecapi Karanganyar Kecamatan Tahunan pukul 15.30 dan diantar oleh ratusan masyarakat dan kolega. [dm]

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar