Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 30 Mei 2019 15:02 WIB ·

Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU


 Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU Perbesar

Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq menyampaikan mauidlah.

nujepara.or.id – Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq saat memberikan mauidlah hasanah dalam kegiatan Khataman Kegiatan Ramadhan Masjid An Nur dan Khataman Tarawih Keliling MWCNU Bangsri yang berlangsung di Masjid An Nur Bangsri Jepara, Rabu (29/5/2019) malam mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Substansi dari kegiatan tarawih keliling adalah menyelamatkan masjid-masjid yang biasanya dikelola oleh NU,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MWCNU Bangsri H. M. Ihsan, Ketua PAC GP Ansor M. Ahnafuddin, Takmir Masjid An Nur KH Nuruddin Amin, Banom NU di naungan Kecamatan Bangsri, santri dan masyarakat umum.

Menurut kiai yang akrab disapa Mbah Yatun masjid, mushala, madrasah, pondok pesantren dan sejenisnya merupakan aset NU yang  penting. Makanya agar tidak di ambil orang, asset itu tegasnya harus diselamatkan.

Aset NU yang kedua adalah warga. Pengasuh Pesantren Hadziqiyah Nalumsari Jepara itu mengajak warga NU jangan dibuat obyek terus-menerus. Karena itu solusinya warga NU harus membesarkan lembaga kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun aspek-aspek yang lain.

Jamaah Khataman kegiatan Ramadhan Masjid An Nur Bangsri.

Pengurus MWCNU Bangsri yang diwakili KH Ahyaruddin Ya’qub dalam sambutannya menyebutkan 3 kategori manusia setelah berpuasa. Kategori pertama, dlalimun linafsih (munafik), kedua, muqtasid (tidak ada kemajuan) dan ketiga, sabiqun bil khairat (berlomba untuk mencari kebaikan).

Kegiatan yang dilaksanakan setelah shalat tarawih itu juga diisi dengan santunan yatama, dan pembagian kotak koin NU se-desa Bangsri. (ip)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar