Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Kabar · 30 Mei 2019 15:02 WIB ·

Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU


 Substansi Tarawih Keliling Menyelamatkan Masjid-masjid NU Perbesar

Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq menyampaikan mauidlah.

nujepara.or.id – Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq saat memberikan mauidlah hasanah dalam kegiatan Khataman Kegiatan Ramadhan Masjid An Nur dan Khataman Tarawih Keliling MWCNU Bangsri yang berlangsung di Masjid An Nur Bangsri Jepara, Rabu (29/5/2019) malam mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Substansi dari kegiatan tarawih keliling adalah menyelamatkan masjid-masjid yang biasanya dikelola oleh NU,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MWCNU Bangsri H. M. Ihsan, Ketua PAC GP Ansor M. Ahnafuddin, Takmir Masjid An Nur KH Nuruddin Amin, Banom NU di naungan Kecamatan Bangsri, santri dan masyarakat umum.

Menurut kiai yang akrab disapa Mbah Yatun masjid, mushala, madrasah, pondok pesantren dan sejenisnya merupakan aset NU yang  penting. Makanya agar tidak di ambil orang, asset itu tegasnya harus diselamatkan.

Aset NU yang kedua adalah warga. Pengasuh Pesantren Hadziqiyah Nalumsari Jepara itu mengajak warga NU jangan dibuat obyek terus-menerus. Karena itu solusinya warga NU harus membesarkan lembaga kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun aspek-aspek yang lain.

Jamaah Khataman kegiatan Ramadhan Masjid An Nur Bangsri.

Pengurus MWCNU Bangsri yang diwakili KH Ahyaruddin Ya’qub dalam sambutannya menyebutkan 3 kategori manusia setelah berpuasa. Kategori pertama, dlalimun linafsih (munafik), kedua, muqtasid (tidak ada kemajuan) dan ketiga, sabiqun bil khairat (berlomba untuk mencari kebaikan).

Kegiatan yang dilaksanakan setelah shalat tarawih itu juga diisi dengan santunan yatama, dan pembagian kotak koin NU se-desa Bangsri. (ip)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan
Trending di Kabar