Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 14 Mei 2020 02:13 WIB ·

Stok Menipis, Pesantren Nailun Najah Kumpulkan 60 Kantong Darah


 Stok Menipis, Pesantren Nailun Najah Kumpulkan 60 Kantong Darah Perbesar

nujepara.or.id – Di tengah wabah Covid-19 yang belum usai, kebutuhan darah di PMI sangat banyak namun stok menipis. Untuk itu Pesantren Nailun Najah Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Donor Darah sebagai kepedulian terhadap sesama yang berlangsung di pesantren, Selasa (12/5) malam.

Pengasuh pesantren Nailun Najah, Gus Muhammad mengutarakan yang mendaftar sebelum pelaksanaan donor berjumlah 38 peserta. “Tapi saat pelaksanaan yang ikut daftar 65 orang lebih, tapi yang bisa diambil hanya 60 orang. Lainnya tidak jadi daftar karena kantong darah habis dan waktu sudah menunjukkan 23.30 wib,” paparnya.

Puluhan peserta yang ikut jelasnya merupakan santri mukim, santri non mukim, jamaah rutinan Kenduri Stafaat Rosul, dan tetangga pesantren.

Pelaksanaan donor dilaksanakan setelah Tarawih. Ngaji kitab dan maulid adz dzibai tetap jalan yang setiap malam diadakan selama Ramadhan.

Kegiatan donor darah kata Gus Muhammad adalah rentetan kegiatan Suluk Salik Jepara dalam rangka Haul Syekh Jalaluddin Arrumi dan Sayyidah Khodijah al Kubro sejak (16/4) lalu.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi Resik-resik Masjid dan Pesantren, Ngaji Posonan dan Maulid, Berbagi Sembako ke Tetangga dan Guru Madrasah serta TPQ, dan Istighatsah Burdah dan Adzan Pitu.

Pihaknya mengungkapkan kegiatan donor darah sudah diadakan berkali-kali sejak tahun 2010. “Setiap tahun sekali kadang dua kali, lihat kondisi. Sehingga PMI merasa senang punya partner karena merasa terbantu,” ungkapnya.

Ketua MRS Rijalul Ansor Kecamatan Kalinyamatan itu menambahkan kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu sesama.

“Donor darah sebenarnya sangat bermanfaat tidak hanya untuk orang lain, tapi untuk banyak manfaatnya. Untuk diri sendiri yakni dapat mengetahui golongan darah, kondisi kesehatan, juga bernilai sedekah, dan sedekah inilah yang sangat luar biasa keutamaannya untuk pribadi pendonor darah, donor darah adalah wujud cinta sesama sebagaimana ajaran rumi yang mengedepankan cinta universal,” jelasnya.

Salah satu peserta, Kharis mengemukakan dirinya ikut donor darah karena sebagai wujud bersedekah kepada sesama. (ip)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar