Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Harlah · 29 Mar 2016 19:34 WIB ·

Ini Dia Juara Tilawatil Kutub NU Jepara


 Ini Dia Juara Tilawatil Kutub NU Jepara Perbesar

tilawtil Qutub NU Jepara
JEPARA- Setelah ditunggu selama beberapa hari, akhirnya juri mengumumkan hasil penilaian para peserta Musabaqoh Tilawatil Kutub pesantren se Jepara yang diselenggarakan oleh panitia gabungan dari LBM, RMI dan LTN NU Kab. Jepara di Gedung NU Jepara, Kamis (24/03/2016).
Dari 91 peserta yang dibagi menjadi tiga kelas, Ula (MI/SD), Wustho (MTs/SMP) dan Ulya (MA/SMA/SMK) (Baca: Musabaqoh Tilawatil Kutub Gairahkan Santri Pelajari Kitab Salaf), panitia memilih tiga juara yang berhak mendapatkan hadiah dan penghargaan dari panitia Harlah NU ke-93 pada 24 April 2016 mendatang. Berikut nama pemenang per kategori:
Tingkat Ula (25 peserta):

  • Juara I                 : Nurul Lailiyah, Madin al-Atfhal, Pecangaan Wetan
  • Juara II               : Abdullah Hizbun, PP Darul Falah, Bangsri
  • Juara III              : Ahmad Juwa’im, PP Darul Falah, Bangsri

Tingkat Ulya (33 peserta):

  • Juara I                 : Hizbullah, PP Darul Falah
  • Juara II               : M Najib, PP Salaf Modern Nurul Huda
  • Juara III              : Ida Masruroh, Ranting NU Jambu Timur

Tingkat Wustho (33 peserta)

  • Juara I                 : Ahmad Hakim Assafuq, PP Darut Tauhid al-Alawiyah
  • Juara II               : Najib Ilhamsyah, PP Darul Falah, Bangsri
  • Juara III              : Akhmad Kholil, PP Darut Tauhid al-Alawiyah

Menurut salah satu juri, Gus Akhid Turmudzi, penetapan nama-nama sebagai juara setelah melewati akumulasi nilai dari dua juri lain. Penilaian dimulai dari cara membaca sesuai tarkib serta intonasi suaranya (Qiro’ah), pemahaman lafadz (Fahmil Lafdzi), dan pemahaman umum atas teks yang dibaca (Fajmil Jumali).
Musabaqoh Tilawatil Kutub ini bukan untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tapi ini adalah wahana silaturrahim antar pesantren, santri dan para pecinta ulama untuk saling memberi motivasi bahwa masih banyak karya-karya ulama yang harus terus dipelajari lebih giat, untuk mengaji dan belajar,” papar Gus Akhid, yang juga sekretaris PC LBM NU Jepara ini.
Melihat potensi calon pembaca kitab kuning di event lomba ini, Gus Akhir optimis akan lahir di Jepara generasi pecinta ulama berikut karya-karyanya. Menurutnya, kitab kuning ibarat racikan kopi ulama dari sumber mata air bernama Al-Qur’an dan Hadits.
“Ulama adalah peracik yang bisa meramu air dari sumber mata air tersebut menjadi seduhan kopi yang nikmat, tetapi kopi bikinan ulama ini tidak bisa dicari di mata air dan hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan kenikmatannya dengan cara dan metode yang sudah dibakukan oleh ulama,” tegas Akhid.
Para santri pembaca kitab kuning, yang paham isinya, mampu menjelaskan kepada orang lain, mereka itulah yang bisa menikmati “kopi ulama” yang bersumber dari mata air utama, yakni Al-Qur’an dan Hadits.
Selamat kepada juara! Jika ingin tahu lebih detail hasil penilaian juri, silakan download rekap nilainya di google drive. Klik Hasil Penilaian Juri Musabaqoh Tilawatil Kutub. (abd)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar