Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Interaktif Ramadan · 7 Apr 2023 15:03 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Kita dan Al Qur’an; Sebuah Refleksi Saat Nuzulul Qur’an 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Kita dan Al Qur’an; Sebuah Refleksi Saat Nuzulul Qur’an  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Semua agama memiliki kitab suci sebagai pegangan dan petunjuk hidup, begitu juga di dalam Islam. Al Qur’an menegaskan hal tersebut dalam awal surah al Baqarah, “Alif Lam Mim. Dzalikal kitabu la roiba fihi. Hudal lil muttaqin.” 

Manusia membutuhkan “lentera hidup” berupa sandaran dari teks “tertulis” saat menyusuri kehidupan di dunia sebagai “bekal” menghadap Gusti Allah SWT kelak di akhirat. Pertanyaanya adalah  kapan “Firman  Tuhan” mampu menjadi “petunjuk dan lentera hidup?” 

Dalam secarik ayat di atas diterangkan dengan sangat simpel untuk menjawab pertanyaan itu. Yakni saat kita “sangat meyakini” adanya “kebenaran” kitab suci yang diberikan Gusti Allah SWT atau kita tidak sedikitpun “meragukan” adanya kitab suci (la roiba fihi) yang diberikan Gusti Allah SWT kepada manusia maka “lentera” dan “petunjuk” hidup akan dapat kita rengkuh.

Sebaliknya, jika kita “meragukannya” maka “lentera” dan “petunjuk” hidup tidak akan pernah sama sekali kita dapati dan rengkuh.

Contoh sederhananya, kita harus yakin bahwa Al Qur’an adalah bisa menjadi obat (syifa’). Maka kita harus yakin bahwa Al Qur’an memberikan pencerahan terhadap akal budi dan perilaku yang baik dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, keyakinan adanya kitab suci adalah menjadi hal yang berkaitan dengan “keimanan” dalam sebuah agama. Karena itu kita “wajib” mempercayai dan meyakini bahwa kitab suci adalah “pasti” memberikan “petunjuk” dan “lentera” hidup baik di dunia maupun  akhirat. 

Semoga kita selalu senang bahagia membaca al Qur’an dan mengamalkannya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar