Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 5 Agu 2016 03:51 WIB ·

Akidah dan Akhlak Tanggung Jawab NU


 Akidah dan Akhlak Tanggung Jawab NU Perbesar

MWC NU Bangsri

KETUA Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq saat mengisi acara di Mushala Al Amin Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri, Jepara

JEPARA – Penyebaran informasi di era digitalisasi teknologi  saat ini,  begitu cepat dan daya  jangkaunya sangat luas. Kehati-hatian penting sebagai filter buat anak didik dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan KH Hayatun (Gus Yatun), ketua Tanfidziyah PCNU Jepara Kamis (4/8), dalam pengajian di Mushala Al Amin Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri, Jepara.

“Sebuah informasi yang disampaikan seperti ini (pengajian-red), hanya dilihat dan didengar oleh beberapa orang yang hadir. Namun, jika disampaikan melalui media sosial, media massa yang terhubung internet bisa dilihat dan didengar ratusan bahkan jutaan orang setiap harinya,” papar Gus Yatun.

Gus Yatun mencontohkan, di kampungnya ada warga yang terpengaruh informasi melalui sebuah grup WA, lalu ikut aliran tertentu. Di antara informasi (ajaran) yang disampaikan aliran tersebut adalah perempuan diperbolehkan shalat, puasa, membaca Alquran dalam keadaan haidh. Ajaran lainnya, orang yang sudah meninggal tidak dapat memberi syafaat, sekalipun orang tersebut adalah nabi.

“Saya sudah sampaikan bukti-bukti kepada MUI Kabupaten Jepara dan juga Rais Syuriah NU untuk menindaklanjuti kejadian ini,” kata Gus Yatun.

Dia minta, agar pengurus NU dan perangkat desa selalu mengadakan kegiatan-kegiatan positif untuk masyarakat di lingkungan masing-masing dan dilakukan terus menerus. Sehingga kegiatan negatif yang merusak warga dapat terkikis sedikit demi sedikit.

NU, kata Gus Yatun, turut bertanggung jawab NU masalah keagamaan, terutama akidah dan akhlak. Sedangkan masalah kebutuhan hajat hidup masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah,  NU sifatnya membantu saja.

“Jika ada warga yang kelaparan, itu tanggung jawab pemkab. Jika ada warga yang berpaling dari akidah ahlussunnah wal jamaah, rais Syuriah yang bertanggungjawab pertama kali, saya orang nomor dua yang bertanggung jawab,” tandas Gus Yatun. (Ula-ms)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar