Menu

Mode Gelap
Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

Kabar · 7 Mar 2021 14:22 WIB ·

Ansor Pekalongan Jepara Luncurkan “Kopi Lepek”


 Ansor Pekalongan Jepara  Luncurkan “Kopi Lepek” Perbesar

Ansor Pekalongan melaunching “Kopi Lepek”. (Dok. Istimewa)

nujepara.or.id – Dalam rangka memeringati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Pekalongan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara meluncurkan Kopi Lepek.

Lepek merupakan akronim Lelet Pekalongan. Lepek juga berarti wadah yang tidak bisa lepas dari dunia perkopian. “Karena ciri khas kopi adalah cangkir dan lepek sehingga dengan nama lepek mudah dikenal. Di samping itu lepek juga sangat ringan untuk diucapkan,” papar Admin Kopi Lepek, Mohammad Kharis Hilmi, Ahad (7/3).

Dikatakan, kopi lepek baru diproduksi satu pekan ini. Kopi tersebut merupakan jenis kopi lelet Lasem, Rembang yang sudah dikenal dalam dunia perkopian dengan ciri khas kelembutannya.

Admin kopi lepek itu menambahkan dipilihnya usaha kopi karena pihaknya menilai akhir-akhir ini masyarakat semakin gemar dengan. “Sehingga kami mengambil peluang bagus tersebut,” tambahnya.

Di samping itu, kata dia setelah pelantikan Ansor 2021-2023 Ketua Ansor Ali Murtadlo mengajak rapat mengenai pergerakan organisasi terutama di divisi ekonomi. “Dan terciptalah ide untuk membuat produk baru dan pilihan utama ada pada kopi, selanjutnya akan dikembangkan diproduk-produk lain,” terangnya.

Satu bungkus Kopi Lepek dijual Rp.25.000. (Dok. Istimewa)

Ditambahkan, sebelum produk kopi lepek Ansor Pekalongan juga sudah mempunyai usaha budidaya lele yang sudah berjalan 3 tahun. “Setiap malam, Ansor Pekalongan mengadakan pertemuan di area kolam lele. Sembari kumpul-kumpul santai di area kolam lele secara tidak langsung terbesit kata lepek,” bebernya lagi.

Meski baru sepekan dilaunching sudah ada sekitar 44 pcs kopi yang terjual. “Untuk satu bungkus kami jual dengan harga Rp25.000,” tambahnya.

Kopi yang memiliki tagline Seribu Inspirasi Sejuta Aksi ini dipasarkan kepada sahabat Ansor, Banom NU, maupun khalayak luas. “Untuk pemasaran online dipasarkan melalui marketplace dan media sosial,” lanjutnya.

Ke depan selain terus menggenjot penjualan, pihaknya juga berkeinginan membuka kedai kopi lepek. “Planing yang akan datang InsyaAllah ingin membuka Kedai Kopi Lepek,” tambahnya.

Ketua PR GP Ansor Pekalongan, Ali Murtadlo mengemukakan tujuan menjajakan kopi agar ekonomi organisasi semakin mapan sehingga roda organisasi dapat dijalankan dengan asetnya. Juga agar dapat membantu individu anggota menjadi marketing (bagian pemasaran) kopi lepek. “Terlebih lagi asetnya mampu memberi kemanfaatan kepada masyarakat umum dalam bentuk bantuan sosial, santunan, dll,” pungkasnya. (sm)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth
Trending di Kabar