Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 7 Mar 2021 14:22 WIB ·

Ansor Pekalongan Jepara Luncurkan “Kopi Lepek”


 Ansor Pekalongan Jepara  Luncurkan “Kopi Lepek” Perbesar

Ansor Pekalongan melaunching “Kopi Lepek”. (Dok. Istimewa)

nujepara.or.id – Dalam rangka memeringati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Pekalongan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara meluncurkan Kopi Lepek.

Lepek merupakan akronim Lelet Pekalongan. Lepek juga berarti wadah yang tidak bisa lepas dari dunia perkopian. “Karena ciri khas kopi adalah cangkir dan lepek sehingga dengan nama lepek mudah dikenal. Di samping itu lepek juga sangat ringan untuk diucapkan,” papar Admin Kopi Lepek, Mohammad Kharis Hilmi, Ahad (7/3).

Dikatakan, kopi lepek baru diproduksi satu pekan ini. Kopi tersebut merupakan jenis kopi lelet Lasem, Rembang yang sudah dikenal dalam dunia perkopian dengan ciri khas kelembutannya.

Admin kopi lepek itu menambahkan dipilihnya usaha kopi karena pihaknya menilai akhir-akhir ini masyarakat semakin gemar dengan. “Sehingga kami mengambil peluang bagus tersebut,” tambahnya.

Di samping itu, kata dia setelah pelantikan Ansor 2021-2023 Ketua Ansor Ali Murtadlo mengajak rapat mengenai pergerakan organisasi terutama di divisi ekonomi. “Dan terciptalah ide untuk membuat produk baru dan pilihan utama ada pada kopi, selanjutnya akan dikembangkan diproduk-produk lain,” terangnya.

Satu bungkus Kopi Lepek dijual Rp.25.000. (Dok. Istimewa)

Ditambahkan, sebelum produk kopi lepek Ansor Pekalongan juga sudah mempunyai usaha budidaya lele yang sudah berjalan 3 tahun. “Setiap malam, Ansor Pekalongan mengadakan pertemuan di area kolam lele. Sembari kumpul-kumpul santai di area kolam lele secara tidak langsung terbesit kata lepek,” bebernya lagi.

Meski baru sepekan dilaunching sudah ada sekitar 44 pcs kopi yang terjual. “Untuk satu bungkus kami jual dengan harga Rp25.000,” tambahnya.

Kopi yang memiliki tagline Seribu Inspirasi Sejuta Aksi ini dipasarkan kepada sahabat Ansor, Banom NU, maupun khalayak luas. “Untuk pemasaran online dipasarkan melalui marketplace dan media sosial,” lanjutnya.

Ke depan selain terus menggenjot penjualan, pihaknya juga berkeinginan membuka kedai kopi lepek. “Planing yang akan datang InsyaAllah ingin membuka Kedai Kopi Lepek,” tambahnya.

Ketua PR GP Ansor Pekalongan, Ali Murtadlo mengemukakan tujuan menjajakan kopi agar ekonomi organisasi semakin mapan sehingga roda organisasi dapat dijalankan dengan asetnya. Juga agar dapat membantu individu anggota menjadi marketing (bagian pemasaran) kopi lepek. “Terlebih lagi asetnya mampu memberi kemanfaatan kepada masyarakat umum dalam bentuk bantuan sosial, santunan, dll,” pungkasnya. (sm)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar