Menu

Mode Gelap
Ngaji Tematik Ramadhan: Berkah Ramadhan di Sudut Jalan Jepara: UMKM Bergeliat, Inflasi Terjinak Melipat Jarak, Saat Timur dan Barat Berdenyut di Dalam Dada Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara

Hujjah Aswaja · 18 Mei 2016 13:46 WIB ·

Beribadah Tidak Cukup Hanya dengan Al Quran dan Hadits


 Beribadah Tidak Cukup Hanya dengan Al Quran dan Hadits Perbesar

Said_AqilWelahan – “Kalo ada orang yang bilang ibadah hanya dengan bekal al quran dan hadits harus dihentikan omongan orang tersebut,” begitu kata Kiai Said Aqil Siraj dalam Maulid dan Tausiyah yang diadakan pesantren At Taqiy desa Kalipucang Kulon, Welahan, Jepara, Selasa (17/05/16) malam.
Menurut Ketua Umum PBNU itu jika ada orang yang berbicara seperti termaktub di atas harus dihentikan pembicaraannya. Di al quran memang disebutkan tentang perintah shalat sebanyak 60 kali. Tetapi di kitab suci umat Islam itu berapa kali menunaikan shalat jelas tidak disebutkan. Untuk jumlahnya dijelaskan di dalam hadits.
Selain itu, dalam beribadah harus juga dipakai akalnya yakni dengan ijma (konsensus) dan qiyas (analogi). Contoh lain yang ia utarakan di al quran hanya menyebut keharaman hamr (minuman yang memabukkan). Sedangkan narkoba, ganja, ginseng tidak disebutkan dalam al quran. Sehingga hal itu diqiyaskan dengan barang-barang yang memabukkan.
Jangan Asal Membidahkan
Dalam beragama kiai Said yang pernah nyantri di Lirboyo 4 tahun ini berharap kepada hadirin agar tidak sembarang membidahkan. Warga NU perlu tahu bahwa pasca Muhammad wafat ada tiga sunah yang ditinggalkan. Qauliyah (sabda), fi’liyah (perbuatan) dan taqririyah (hal yang dibenarkan rasul).
Suatu waktu Nabi Muhammmad, urai kiai Said heran tatkala melihat sahabat Bilal menunaikan shalat dua rekaat setelah wudhu. Nabi bertanya kepada Bilal shalat yang dilaksanakannya. Setelah Bilal menyebut shalat bakdiyatal wudhu, Nabi pun membenarkan perbuatan tersebut.
“Kita maulidan itu jelas tidak dilarang,” tegas Ketua Umum PBNU 2010-2020 ini.
Dulu, saat Ka’b Bin Zuhai Bin Sa’d memuji-muji Nabi tidak disalahkan. Malah, sahabat tersebut dihadiahi berupa selimut lurik. “Selimut itu masih ada hingga sekarang. Kalo anda ingin melihat silakan lihat di Turki, Istambul,” lanjut lelaki 62 tahun ini.
Selain selimut, rambut, sandal dan pedang Nabi hingga kini masih ada di sana. (sm)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

Ngaji Tematik Ramadhan: Berkah Ramadhan di Sudut Jalan Jepara: UMKM Bergeliat, Inflasi Terjinak

26 Februari 2026 - 04:55 WIB

Ilustrasi Ramadhan berkah di Kabupaten Jepara.

Melipat Jarak, Saat Timur dan Barat Berdenyut di Dalam Dada

25 Februari 2026 - 14:19 WIB

Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba

11 Februari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi Digital Dorong Daya Saing Kopi Lokal, KKN UNISNU Jepara Berkolaborasi dengan Taruna Tani Mapan Desa Sumanding

9 Februari 2026 - 16:31 WIB

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Trending di Islam Nusantara