Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Kabar · 18 Feb 2025 19:13 WIB ·

Dapur Ngabul Beroperasi, Awali Program Makan Bergizi Gratis di Jepara


 Dapur Ngabul Beroperasi, Awali Program Makan Bergizi Gratis di Jepara Perbesar

nujepara.or.id – Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin 17 Februari 2025 untuk pertama kalinya dilaunching di Kabupaten Jepara.

Launching satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) ini berlangsung di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan Jepara. Bekerja sama dengan mitra PT. Berkah Ma’arif Transindo.

Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Armed (Arm) Khoirul Cahyadi, menyebutkan bahwa tiga dapur SPPG telah siap, yakni di Ngabul, Pengkol, dan Kriyan. Namun untuk awal ini, Dapur Ngabul yang beroperasi dahulu.

Acara tersebut turut dihadiri Pj. Bupati Jepara, Kapolres, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kepala Disdikpora serta pengelola dalam pelaksanaan launching MBG di Jepara.

Dandim Khoirul Cahyadi mengatakan, pihaknya bersyukur program MBG akhirnya bisa terlaksana di Jepara meski sedikit terlambat. Namun apapun itu, program ini harus didukung bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas.

“Selain di Ngabul ini ada juga di Kelurahan Pengkol serta satu lagi di Kriyan, tapi karena instruksinya hari ini hanya satu, kita jalankan satu. Tapi sebetulnya siap ketiganya,” kata dia.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta juga berkesempatan mengunjungi SD Negeri 2 Ngabul untuk meninjau langsung distribusi makanan ke sejumlah siswa sekolah.

Sementara itu, Kepala dapur SPPG 002 Fauzul Muna melaporkan bahwa pada hari pertama, program ini menargetkan 2.262 penerima di 24 titik. Selanjutnya, jumlah sasaran bertambah menjadi 2.937 siswa di 31 sekolah di Desa Langon dan Ngabul.

“Variasi menu berganti setiap hari selama sepuluh hari sebelum siklus berulang,” tuturnya.

Ke depan, tentunya program ini akan menyasar semua kecamatan, karena setiap kecamatan bakal ada Dapur Sehat yang mensuplai makanan ke sekolah-sekolah.

Pelaksanaan SPPG di Jepara tidak menggunakan lahan TNI, melainkan dikelola mandiri oleh mitra swasta. Program ini melibatkan Disperindag, Diskopukmnakertrans, dan Dinkes untuk menjamin kualitas makanan.

Menu yang disediakan sama untuk semua jenjang pendidikan, tetapi jumlah asupan gizi disesuaikan. TK mendapatkan 360 kilokalori, sedangkan SMA memperoleh 748 kilokalori.

“Ini akan terus dilakukan bertahap, kami juga menggandeng komunitas Jepara Green Generation untuk mengolah limbah SPPG agar nol sampah,” imbuh Dandim

Saat ini jumlah peserta didik di Jepara mencapai 274 ribu siswa, harapannya kedepan jumlah semua siswa akan dikalkulasi ulang agar program makan bergizi tersebut dapat merata.

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar