Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 19 Agu 2024 08:46 WIB ·

Gali Potensi Kreativitas Anak, KKN Unisnu Dampingi Pembuatan Ecoprint Teknik Pounding di SD Negeri 3 Dudakawu


 Gali Potensi Kreativitas Anak, KKN Unisnu Dampingi Pembuatan Ecoprint Teknik Pounding di SD Negeri 3 Dudakawu Perbesar

JEPARA (nujepara.or.id) – Sebagai kawasan dengan luas area 795,883 Ha, Desa Dudakawu memiliki potensi alam berupa pertanian dan perekebunan. Luas sawahnya terbentang 216,700 Ha. Potensi alam ini mendukung pendampingan pembuatan ecoprint bagi peserta didik di SD Negeri 3 Dudakawu untuk mengasah kreativitas melalui kegiatan ecoprint. “Kami mengajarkan peserta didik cara membuat ecoprint dengan teknik pounding,” ujar Bagus Dymnastiar ketua tim KKN Unisnu Desa Dudakawu Jepara saat mengisi kegiatan pendampingan ini bersama tim KKN Unisnu angkatan ke-XVII kepada 4 di SD Negeri 3 Dudakawu Jepara (19/8-2024).

Ecoprint merupakan teknik mencetak, mewarnai dan membuat produk dengan menggunakan bahan-bahan alami. Dalam pembuatan ecoprint membutuhkan media berupa tumbuhan, seperti bunga dan daun. Pounding adalah memukulkan daun atau bunga ke atas kain menggunakan palu. “Teknik pounding ini ibarat mencetak motif daun atau bunga pada kain. Palu dipukulkan pada daun yang telah diletakkan di atas kain yang ditutup dengan plastik untuk mengastrak pigmen warna,” ujar Bagus Dymnastiar. Teknik memukul dimulai dari pinggir daun kemudian mengikuti alur, batang dan daun. Teknik ecoprint memberikan alternatif produksi tekstil untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tambahnya.

Kegiatan ecoprint diawali dengan menjelaskan bahan dan dan alat yang akan digunakan. Kain yang digunakan berjenis mori yang sebelumnya sudah direndam dengan tawas. Lalu, dilanjutkan dengan teknik pounding yaitu mencetak motif daun pada kain. “Palu dipukulkan pada daun yang telah diletakkan di atas kain yang ditutup dengan plastik untuk mengekstrak pigmen warna,” jelas Bagus. Teknik memukul dimulai dari pinggir daun kemudian mengikuti alur bentuk daun. Sedangkan, bunga tanaman yang digunakan merupakan tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas. “Ini faktor penting dalam mengekstrak pigmen warna,” katanya lagi.

Alvaros-Bagus D KKN Unisnu ke-XVII Desa Dudakawu

Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar