Menu

Mode Gelap
Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

Ansor · 27 Okt 2019 12:35 WIB ·

Hati-hati Warga Nahdliyin Jadi Sasaran Berdakwah HTI


 Hati-hati Warga Nahdliyin Jadi Sasaran Berdakwah HTI Perbesar

Kapolsek serta Danramil turut memeriahkan Seminar dan Bedah Buku NKRI Daulah Santri. (Foto: Khabib)

nujepara.or.id – Pukul sepuluh pagi, Sabtu (26/10) kemarin Ayik Heriansyah mantan kader HTI dan M Abdullah Badri Kader Ansor Jepara mengisi Seminar dan Bedah Buku “NKRI Daulah Santri; Menguliti Propaganda HTI” di Gedung MWCNU Bangsri Jepara.

Bedah buku yang diselenggarakan PAC GP Ansor Bangsri Jepara itu merupakan serangkaian acara Peringatan Hari Santri. Kegiatan diikuti 100an peserta dari NU dan banomnya, santri pesantren, Kapolsek, Danramil, serta Forkopimcam

Pada kesempatan itu, M. Abdullah Badri yang juga pemilik media Duta Islam menjelaskan sejarah munculnya HTI dan cita-cita pendiri Hizbut Tahrir mendirikan khilafah lintas negara.

Badri juga menyebutkan bahwa di dalam buku NKRI Daulah Santri menjelaskan essay bagaimana cara dan yang sudah dilakukan NU untuk mengcounter paham radikal seperti HTI.

Sementara itu, Ayik mantan HTI mengungkapkan dulunya anggota Hizbut Tahrir harus mengucapkan janji atau sumpah ketika dibaiat dan harus melaksanakan apa yang sudah menjadi pendapat Amir Hizbut Tahrir. “Ketika tidak dilaksanakan pasti mendapatkan sanksi,” tandasnya.

Ayik Heriansyah yang saat ini aktif menjadi anggota LTN PCNU Bandung membeberkan di saat sumpah baiat HTI dikatakan bahwa janji atau sumpah akan mengikat seseorang jika selama menjadi anggotanya.

“HTI lebih suka mencari sasaran dakwahnya kepada Nahdliyin ketimbang Muhammadiyah,” ungkapnya.

Mengapa begitu? “Karena NU itu strategis. Jika bisa menguasai kiai otomatis mempunyai pengaruh kepada santri-santrinya. HTI sangat licik perihal kekuasan, misalnya ada salah satu anggota HTI jika diberikan panggung dakwah pasti semua teman-temannya disuruh untuk mendapatkan posisi yang lain,” katanya.

Lajnah khas ulama adalah sayap HTI yang fungsinya merekut ulama dan kiai yang ada di pesantren. (Khabib)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan

Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

19 Maret 2026 - 08:46 WIB

Rau Launching Mobil Layanan Ummat

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan

Lampah Samarpan, Teknik Final Menyambut Malam Anugerah 1000 Bulan

18 Maret 2026 - 11:36 WIB

Lampah Samarpan

UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

16 Maret 2026 - 19:11 WIB

Trending di Kabar