Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Headline · 19 Nov 2024 02:00 WIB ·

Haul Sultan Hadlirin Mantingan ke-491, Prof KH. Said Aqil Siradj Ingatkan NU sebagai Benteng Akidah Aswaja


 Haul Sultan Hadlirin Mantingan ke-491, Prof KH. Said Aqil Siradj Ingatkan NU sebagai Benteng Akidah Aswaja Perbesar

nujepara.or.id – Dalam rangka memperingati Haul Sultan Hadlirin ke-491 th 2024, sejumlah kegiatan digelar oleh pengurus Masjid dan Makam Astana Sultan Hadlirin Mantingan

Dimana puncak kegiatan Pengajian Umum dilaksanakan pada Senin malam Selasa (18 November 2024), bertempat dihalaman Masjid Astana Mantingan.

Acara dimulai dengan pembacaan manaqib kisah Sultan Hadlirin, yang berasal dari aceh. Sejarah dibacakan oleh Sutarya selaku pengurus.

Hadir sebagai pembicara dalam pengajian umum, mantan Ketua Umum PBNU Prof. KH. Said Aqil Siraj. Sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan dari unsur Pemerintahan juga turut hadir pada acara tersebut.

Dr. KH. Akhirin, pengurus Masjid Astana Sultan Hadlirin Mantingan yang berkesempatan menyampaikan sambutan atas nama panitia mengucapakan terima kasih kepada seluruh jama’ah yang hadir.

Atas nama panitia, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu atas terselenggaranya Haul kali ini.

“Harapannya, keteladanan Sultan Hadlirin lewat aspek religi, seni dan budaya ukir bisa digaungkan kembali,” ungkapnya.

Selain pengajian umum, berbagai rangkaian kegiatan Haul Sultan Hadlirin ke-491 tahun 2024 juga ikut menyemarakkan arena antaranya Bazar UMKM expo, Lomba Rebana, Lomba Baca Kitab kuning dan beraneka ragam lomba santri.

Sementara itu, Kyai Said dalam mauidhoh khasanah nya mengamanahkan kepada para pengurus NU dan jama’ah agar membimbing masyarakat di Jepara sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Terutama bagi mereka yang masih awam, tidak mengerti tentang dalil-dalil dan usul fiqh. NKRI ini merupakan produk final dan patut kita jaga bersama karena keberkahannya, hingga sekarang kita masih terjaga. (hnv/red)

Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara
Trending di Headline