Menu

Mode Gelap
Bronze Medal Diraih Mahasiswa UNISNU Jepara pada Japan Design, Idea & Invention Expo 2025 Mahasiswa UNISNU Sabet 2 Emas, Perak dan Perunggu pada Indonesia Challenge Taekwondo Championship 2025 Kemenpora RI Jelajah Turots Nusantara akan Dimulai dari Masjid Menara Kudus Workshop Public Speaking Pungkasi Rangkaian Harlah Muslimat NU Cabang Jepara ke-79, Diproyeksikan Tingkatkan Kualitas Kader Majelis An-Nahdloh Gus Nasrul, Himpun Kurban dari Luar Daerah Dibagikan di Jepara

Kabar · 24 Apr 2016 09:02 WIB ·

Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan Sosial


 Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Perbesar

Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan SosialJepara – Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuda) yang bernaung di bawah pesantren Darul Falah Bangsri Jepara merupakan sarana dakwah ahlus sunnah wal jamaah yang mengusung Islam rahmatan lil alamin. Adapun di antara fokus garapannya ialah bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.
Dikatakan Munashiroh, selaku koordinator, Ikdamuda selama ini mencoba mencoba membuat terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Terobosan itu tidak lain agar bermanfaat untuk warga nahdliyyin secara luas.
Bulan ini pihaknya berencana akan membagikan buku tentang radikalisme berjumlah 20.000 yang dibagikan kepada pelajar Maarif. Bulan Rajab ini juga pihaknya juga melakukan silaturrahim dan menasarufkan dana kepada warga yang tidak mampu.
Pihaknya lanjut Munashiroh juga mendidik santri-santri agar siap pakai. Salah satunya dengan display empat santri yang ditunjukkan kepada peserta seminar untuk mempraktikkan kitab bidah hasanah dan sifaul ummah karya H. Taufiqul Hakim.
Paparan itu disampaikan Munashiroh dalam Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja “Sadar Berbagi sebagai Langkah Alternatif Penanggulangan Kenakalan Remaja” yang dilaksanakan di Gedung NU Cabang Jepara, Kamis (21/04) kemarin.
Apa yang dilakukan oleh Ikdamuda, diacungi jempol oleh Hisyam Zamroni. Wakil Ketua PCNU Jepara menyatakan apa yang dilakukan oleh H. Taufiqul Hakim adalah dalam rangka mereproduksi karya-karya ulama masa silam.
Reproduksi yang dilakukan Kiai Taufiq bagi dia karena konteks santri sekarang sudah berbeda. “Santri sekarang ini sudah berbeda. Jadi pembelajarannya juga harus berbeda,” jelasnya.
Meski dengan objek dan sikon yang berbeda Kiai Taufiq mencoba mengarang kitab yang bisa dikuasai secara tidak sadar. “Kitab ini menggunakan system Ta’lim juga tikrar. Alhasil karena kebiasaan lambat laun anak akan menghafalnya,” pungkasnya. (sm)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Kabar · 24 Apr 2016 09:02 WIB ·

Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan Sosial


 Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Perbesar

Ikdamuba Fokus Garap Pendidikan, Ekonomi dan SosialJepara – Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuda) yang bernaung di bawah pesantren Darul Falah Bangsri Jepara merupakan sarana dakwah ahlus sunnah wal jamaah yang mengusung Islam rahmatan lil alamin. Adapun di antara fokus garapannya ialah bidang pendidikan, ekonomi dan sosial.
Dikatakan Munashiroh, selaku koordinator, Ikdamuda selama ini mencoba mencoba membuat terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Terobosan itu tidak lain agar bermanfaat untuk warga nahdliyyin secara luas.
Bulan ini pihaknya berencana akan membagikan buku tentang radikalisme berjumlah 20.000 yang dibagikan kepada pelajar Maarif. Bulan Rajab ini juga pihaknya juga melakukan silaturrahim dan menasarufkan dana kepada warga yang tidak mampu.
Pihaknya lanjut Munashiroh juga mendidik santri-santri agar siap pakai. Salah satunya dengan display empat santri yang ditunjukkan kepada peserta seminar untuk mempraktikkan kitab bidah hasanah dan sifaul ummah karya H. Taufiqul Hakim.
Paparan itu disampaikan Munashiroh dalam Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja “Sadar Berbagi sebagai Langkah Alternatif Penanggulangan Kenakalan Remaja” yang dilaksanakan di Gedung NU Cabang Jepara, Kamis (21/04) kemarin.
Apa yang dilakukan oleh Ikdamuda, diacungi jempol oleh Hisyam Zamroni. Wakil Ketua PCNU Jepara menyatakan apa yang dilakukan oleh H. Taufiqul Hakim adalah dalam rangka mereproduksi karya-karya ulama masa silam.
Reproduksi yang dilakukan Kiai Taufiq bagi dia karena konteks santri sekarang sudah berbeda. “Santri sekarang ini sudah berbeda. Jadi pembelajarannya juga harus berbeda,” jelasnya.
Meski dengan objek dan sikon yang berbeda Kiai Taufiq mencoba mengarang kitab yang bisa dikuasai secara tidak sadar. “Kitab ini menggunakan system Ta’lim juga tikrar. Alhasil karena kebiasaan lambat laun anak akan menghafalnya,” pungkasnya. (sm)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tak Punya Lapangan, Warga Perum Kuwasharjo Gelar Upacara di Pos Ronda

18 Agustus 2025 - 07:31 WIB

Bronze Medal Diraih Mahasiswa UNISNU Jepara pada Japan Design, Idea & Invention Expo 2025

7 Juli 2025 - 19:58 WIB

Mahasiswa UNISNU Sabet 2 Emas, Perak dan Perunggu pada Indonesia Challenge Taekwondo Championship 2025 Kemenpora RI

6 Juli 2025 - 13:14 WIB

Jelajah Turots Nusantara akan Dimulai dari Masjid Menara Kudus

5 Juli 2025 - 17:39 WIB

Workshop Public Speaking Pungkasi Rangkaian Harlah Muslimat NU Cabang Jepara ke-79, Diproyeksikan Tingkatkan Kualitas Kader

30 Juni 2025 - 20:50 WIB

Suasana Workshop Public Speaking Muslimat NU Jepara yang digelar di Mutia Vie Cafe & Resto, Senenan, Tahunan, Jepara, Sabtu (28/6/2025).

Ranting NU Demangan Catatkan Sejarah, Lantik Tiga Banom Sekaligus dalam Acara Lailatul Ijtima’

27 Juni 2025 - 11:45 WIB

Trending di Headline