Menu

Mode Gelap
Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan

IPNU-IPPNU · 31 Mar 2019 00:57 WIB ·

IPNU-IPPNU Welahan dan KEMENPPPA Ajak Masyarakat Kurangi Kasus Anak


 IPNU-IPPNU Welahan dan KEMENPPPA Ajak Masyarakat Kurangi Kasus Anak Perbesar

nujepara.or.id – Semakin meningkatnya tindak pidana yang dilakukan oleh remaja menggugah semangat kader IPNU-IPPNU anak Cabang Welahan Jepara untuk menggelar seminar yang bertema pemahaman dan pencegahan anak berhadapan dengan hukum.

Acara seminar sosialisasi yang dilaksanakan pada Sabtu (30/3) di Gedung MWC NU Welahan Jepara digelar PAC IPNU-IPPNU Welahan Jepara dengan menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI bekerjasama dengan Komisi VIII DPR RI.

Kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama menanggulangi keterlibatan anak dengan hukum. “Keterlibatan anak dengan hukum dari tahun ke tahun semakin naik.  Kasus yang menimpa anak-anak lebih banyak pada arah kekerasan seksual, dan trend baru hari ini adalah keterlibatan anak dengan kegiatan terorisme,” ungkap Staf Ahli Komisi VIII DPR RI, Mustafid.

Mustafid juga menjelaskan keterlibatan anak berhadapan dengan hukum tersebut dipengaruhi oleh faktor Keluarga, lingkungan, media televisi dan sosial media. “Ada dua cara penyelesaian agar imbas masalah tersebut tidak membuat anak menjadi terbebani secara mental, pertama restoratif, kedua diversi,” jelas Mustafid yang juga putra asli Jepara ini.

Dalam seminar tersebut juga dihadiri narasumber lain, Hindun Anisah, Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara dan anggota Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Dalam pemaparannya, Hindun lebih menyoroti kekerasan anak sebagai pelaku.

Hindun menyampaikan bahwa pola asuh orangtua yang terlalu otoriter ataupun permisif (serba membolehkan) akan memengaruhi sikap anak sehingga mengakibatkan anak melakukan tidakan yang dapat berurusan dengan hukum.

“Pola asuh anak yang positif yaitu dengan model demokrasi, libatkan anak dalam urusan pengambilan keputusan, ajak mereka berunding, tanyakan apa yang mereka inginkan,” papar perempuan lulusan Master Medical Antropologhy Amsterdam University Ini.

Dalam acara tersebut, Perwakilan KEMENPPPA, Agus Wiryanto Plt Ka Biro Umum telah memberikan sambutan sebelumnya. Dalam sambutannya, KEMENPPPA berterimakasih kepada Masyarakat Jepara khususnya masyarakat kecamatan Welahan dan sekitarnya.

Agus Wiryanto juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi kasus Anak berhadapan dengan hukum. “Kami berterimakasih kepada Masyarakat Jepara, khususnya masyarakat Kecamatan Welahan ini. Mari bersama-sama kita mengurangi angka kasus anak berhadapan dengan hukum. Kami percaya apa yang disampaikan narasumber akan mampu memberikan arahan yang baik,” tandasnya. (ip)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peran Strategis Pelajar NU dalam Menangkal Radikalisme

20 Desember 2022 - 13:26 WIB

Gelar Pelatihan Jurnalistik, IPNU-IPPNU Tahunan Gandeng PC LTN NU Jepara

18 Oktober 2022 - 12:05 WIB

IPNU – IPPNU Gelar Festival Budaya dan Literasi Pelajar, Ini Kegiatannya

27 September 2022 - 23:44 WIB

Lima Prinsip Mabadi’ Khaira Ummah yang Harus Dipahami IPNU IPPNU

9 Oktober 2019 - 08:47 WIB

FKPK, Ikhtiar Kaderisasi dan Ideologisasi Aswaja Kader NU

9 September 2019 - 12:37 WIB

Aklamasi, Herman Maulana Pimpin IPNU Kedung 2019-2021

5 September 2019 - 23:31 WIB

Trending di IPNU-IPPNU
%d blogger menyukai ini: