Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Hujjah Aswaja · 7 Okt 2022 17:31 WIB ·

Jaburan “Syafaat Maulid Nabi”


 Jaburan “Syafaat Maulid Nabi” Perbesar

Oleh: Ustazd Hisyam Zamroni

nujepara.or.id- Jaburan adalah sebuah nama penanda terhadap suguhan dan sajian makanan pada waktu waktu tertentu, — seperti di bulan Ramadhan, Mawlid, dan acara acara lain yang,— berupa makanan kecil, nasi tumpeng dan lain lain untuk para peserta acara. Jaburan adalah juga “simbol” kedermawanan, sillaturrahim dan kebersamaan.

Jaburan mengajarkan seseorang dan jamaah menjadi seorang yang dermawan atawa sakho di mana seseorang dan jamaah memberikan makanan dengan bentuk apa pun di acara acara tertentu untuk disuguhkan kepada para peserta acara yang kemudian di makan bersama dengan istilah “kepungan” tanpa memandang kasta sehingga menciptakan sillaturrahim yang “egaliter’.

Kepungan menciptakan tali sillaturrahim yang “egaliter” di mana mereka tidak pernah memandang temannya yang ikut kepungan satu “nampan” dengan “muluk” nasi bersama dan “meyek meyek kuwaregen” bersama sehingga tanpa sadar tercipta kebersamaan.

Kebersamaan yang diciptakan oleh proses suguhan jaburan memberikan kekuatan “relasi sosial” yang natural di mana mereka melakukan interaksi sosial dengan sukarela dan ikhlas.

Realitas “jaburan” yang membentuk “harmoni” sosial diatas, memiliki nilai “spiritualitas” yang tinggi ketika jaburan bersinergis dengan acara mauludan sehingga memunculkan tajalliyah yaitu jaburan memancarkan syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Konsekwensinya relasi sosial jaburan yang bersenyawa dengan acara Mauludan dengan sendirinya akan memancarkan “cahaya profetik” yaitu berupa Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW bagi seluruh ummat bahkan bagi alam semesta sehingga keselamatan dan keseimbangan hidup dan kehidupan di dunia tetap terjaga atas pancaran cahaya Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW

Olehnya, Jangan sampai kita lengah saat moment maulid Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW tiba dengan berbondong bondong mengikuti acara perayaan maulid sembari membawa jaburan ke masjid dan mushollah.

(Ustazd Hisyam Zamroni, Wakil Ketua Tanfizdiyah PCNU Jepara)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar
Trending di Hujjah Aswaja