Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 28 Okt 2024 06:58 WIB ·

Jagong Ngayeng di Hari Sumpah Pemuda


 Jagong Ngayeng di Hari Sumpah Pemuda Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Bakda subuh, saya mengantar mambojo belanja di pasar ngabul. Sambil menunggu mambojo belanja, di tempat langganan warung pojok kidul depan pasar, saya jagong nggayeng nyrutub kopi kentel dan sarapan meniran dengan poro bapak “manol” yang menunggu barang barang pemanolannya datang baik yang diangkut oleh mobil bak terbuka maupun mobil trek, mereka dengan cerah ceria bercerita tentang apa saja yang telah dilalui dan bahkan bercerita dengan bangganya anak anaknya bisa mondok, bisa sekolah dan bisa kuliah bahkan ada yang sudah bekerja.

Mereka ingin anak anaknya bisa merubah nasib lebih baik daripada mereka sehingga dengan etos kerja yang tinggi, mulai jam tiga fajar mereka sudah nyanggong di pintu masuk pasar menunggu poro bakul datang, yang sudah pasti membutuhkan poro bapak bapak manol untuk menurunkan dan mengantarkan barang dagangannya ke lapak dan tokonya masing masing dengan cara memanggul di pundak. Mereka bercerita; kadang sepi dan juga kadang rame, tapi yang sudah pasti, minimal mereka bisa mendapatkan bayaran minimal lima puluh ribu sampai jam 09.00 WIB.

Realitas interaksi jagongan diatas, menyadarkan kita bahwa mereka tidak selamanya kuat memanggul karena semakin tambahnya umur, kekuatan fisik mereka akan berkurang. Nah, setidaknya kita harus memberikan solusi sederhana untuk meringankan kerja angkut barang mereka seperti membantu mencarikan alat dorong pengangkut barang yang diharapkan pundak mereka tidak terbebani barang barang yang berat sehingga keberlanjutan kerja mereka terjamin dan menjadi ringan.

Di hari sumpah pemuda ini, sasaran solusi pemberdayaan tidak harus kepada “pemudanya”, boleh jadi kita arahkan kepada orang orang yang “membiayai pemuda” menjadi pemuda masa depan yaitu diantaranya para bapak bapak manol di pasar pasar yang dengan jerih payah dan memiliki etos kerja tinggi untuk menjadikan pemuda memiliki masa depan yang lebih baik dan kelak mampu memimpin Jepara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024

Artikel ini telah dibaca 144 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya