Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 18 Jun 2019 02:43 WIB ·

Jangan Mudah Terpengaruh dengan Simbol!


 Jangan Mudah Terpengaruh dengan Simbol! Perbesar

Gus Adib saat memberikan pembekalan anggota Mata Air.

nujepara.or.id – Islam merupakan agama yang unggul, jangan mudah terpengaruh dengan orang yang mencitrakan Islam dengan simbol-simbol tertentu agar terlihat paling agamis.

Hal tersebut yang disampaikan oleh founder Mata Air, Adib Khoiruzzaman, Sabtu (15/3/2019) saat memberikan pembekalan anggota Mata Air Jepara tahun 2019 sebelum menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.

“Orang yang berpenampilan Islami belum tentu yang paling Islam, apalagi ada yang sampai takut imannya menurun karena melihat simbol tertentu, keimanan itu ada di dalam hati yang diaplikasikan dalam amal ibadah,” katanya.

Menurutnya, gerakan trans nasional yang berkembang masif di Indonesia telah menggeser pandangan ummat dalam memandang Islam secara toleran.

“Gerakan trans nasional saat ini telah berkembang pesat, sebagai generasi penerus kita harus memahami Islam sebagai ajaran yang rahmatan lilalamin, kita harus bersyukur karena Islam di Indonesia dibawa oleh para Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah,” ungkapnya.

Ulama dan Kiai NU selalu memandang agama dan budaya bukanlah sesuatu yang saling bertolak belakang.

“Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah selalu mengsinergikan Budaya dengan Agama, misalnya Budaya Lomban, sebagai rasa syukur nelayah atas rizqi dari laut yang diisi dengan doa kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Ia berharap kepada peserta untuk bersikap kasih sayang karena Islam adalah agama yang unggul.

“Islam ini adalah agama yang ya’lu wala yu’la ‘alaih senantiasa unggul, dan ia tidak akan terungguli, tidak perlu mudah terprovokasi sampai kita harus merendahkan agama yang lain,” pungkasnya. (mazid)

Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar