Menu

Mode Gelap
Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

Kabar · 18 Jun 2019 02:43 WIB ·

Jangan Mudah Terpengaruh dengan Simbol!


 Jangan Mudah Terpengaruh dengan Simbol! Perbesar

Gus Adib saat memberikan pembekalan anggota Mata Air.

nujepara.or.id – Islam merupakan agama yang unggul, jangan mudah terpengaruh dengan orang yang mencitrakan Islam dengan simbol-simbol tertentu agar terlihat paling agamis.

Hal tersebut yang disampaikan oleh founder Mata Air, Adib Khoiruzzaman, Sabtu (15/3/2019) saat memberikan pembekalan anggota Mata Air Jepara tahun 2019 sebelum menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi.

“Orang yang berpenampilan Islami belum tentu yang paling Islam, apalagi ada yang sampai takut imannya menurun karena melihat simbol tertentu, keimanan itu ada di dalam hati yang diaplikasikan dalam amal ibadah,” katanya.

Menurutnya, gerakan trans nasional yang berkembang masif di Indonesia telah menggeser pandangan ummat dalam memandang Islam secara toleran.

“Gerakan trans nasional saat ini telah berkembang pesat, sebagai generasi penerus kita harus memahami Islam sebagai ajaran yang rahmatan lilalamin, kita harus bersyukur karena Islam di Indonesia dibawa oleh para Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah,” ungkapnya.

Ulama dan Kiai NU selalu memandang agama dan budaya bukanlah sesuatu yang saling bertolak belakang.

“Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah selalu mengsinergikan Budaya dengan Agama, misalnya Budaya Lomban, sebagai rasa syukur nelayah atas rizqi dari laut yang diisi dengan doa kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Ia berharap kepada peserta untuk bersikap kasih sayang karena Islam adalah agama yang unggul.

“Islam ini adalah agama yang ya’lu wala yu’la ‘alaih senantiasa unggul, dan ia tidak akan terungguli, tidak perlu mudah terprovokasi sampai kita harus merendahkan agama yang lain,” pungkasnya. (mazid)

Artikel ini telah dibaca 152 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I

26 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara
Trending di Kabar