Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 11 Apr 2023 14:37 WIB ·

Khataman Ngaji Posonan, Nguri-nguri Tradisi Amaliah Pesantren NU


 Khataman Ngaji Posonan, Nguri-nguri Tradisi Amaliah Pesantren NU Perbesar

nujepara.or.id – Agama Islam yang didakwahkan Nabi Muhammad SAW, tak hanya eksis di kawasan Arab saja. Namun terus menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Indonesia (Jawa). Islam hadir dengan ramah dan mampu menyapa serta membersamai masyarakat lokal. Sehingga tidak terjadi tindakan anarkis dan frontal bahkan Islam bisa hidup berdampingan dengan tradisi masyarakat lokal.

Kecanggihan pola dakwah Wali Songo mengakomodasi budaya setempat di dalam ajaran-ajaran Islam menampakkan hasil yang luar biasa. Masyarakat lokal yang awalnya menganut ajaran animisme dan dinamisme pelan-pelan berbondong-bondong menghadiri majlis (pesantren) yang diselenggarakan oleh Wali Songo.

Mereka hadir bukan karena dipaksa tapi lantaran sadar jika ajaran Islam sangat simpatik dan patut diikuti. Kreativitas Wali Songo ini wajib diikuti dan dilestarikan di tengah-tengah masyarakat yang sudah jauh dari Ulama.

Khataman juga merupakan salah satu tradisi yang diajarkan para ulama zaman dulu. Khataman ini merupakan amaliyah pondok pesantren NU sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya satu kegiatan yang ada di lingkungan pondok pesantren. Khataman ini seperti yang dilakukan Ponpes Annur Mangunan Tahunan Jepara usai merampungkan Ngaji Posonan.

Tahun ini pengasuh membaca beberapa kitab turots karya ulama’ salafussholih dan Ulama’ NU seperti kitab Jawahiru Albukhori, Fathu Alqorib, Al Arba’in Annawawiyyah, Lubabu Alhadits, Al ushfuriyyah, Hujjah Ahli Assunnah wal jama’ah, Ta’lim, Tijan Addurori, Alwashiyah Almushthofah, Addurus Alfiqhiyyah juz 1- 4 dan Tadarus Alqur’an.

Kegiatan khataman itu diisi dengan khataman alqur’an, maulid Nabi, pitutur dari pengasuh dan buka bersama santri serta masyarakat sekitar.

Pengasuh Ponpes Annur, Kiai Roshif Arwani dalam pituturnya mengajak semua yang hadir untuk selalu tholabul ilmi atau ngaji. Sebab ngaji merupapakn salah satu perintah dari Rosulullah SAW pada umatnya. Umat Islam wajib ngaji mulai dari ayunan hingga masuk liang kubur.

“Baginda Nabi Muhammad SAW juga menekankan untuk selalu membaca Alqur’an. Menurut beliau orang mukmin yang ahli membaca Alqur’an bagaikan buah jeruk (baunya wangi dan rasanya manis). Tapi jika orang mukmin tidak membaca Alqur’an bagaikan minyak wangi (baunya wangi rasanya pahit),” tandas Kiai Roshif Arwani.

Artikel ini telah dibaca 307 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar