Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Hujjah Aswaja · 31 Jan 2023 23:32 WIB ·

Kisah Habib Luthfi Nyantri di Balekambang Jepara Tahun 1970-an, Diasuh Mbah Hadziq, Pulang Nyeberang Kali


 Kisah Habib Luthfi Nyantri di Balekambang Jepara Tahun 1970-an, Diasuh Mbah Hadziq, Pulang Nyeberang Kali Perbesar

nujepara.or.id – Dalam suatu kesempatan saat mengisi pengajian di Kabupaten Jepara, Habib Luthfi bin Yahya menceritakan pengalamannya mondok atau nyantri di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

Ulama asal Pekalongan itu menceritakan bahwa saat ia itu ia berguru dengan Mbah Hadziq. Habib Luthfi juga mengingat saat masa itu kondisi Balekambang tidak seperti saat ini.

“Ketika santri pulang harus nyeberang kali (menyeberang sungai),” kata Habib Luthfi menceritakan.

Saat dimintai konfirmasi ihwal cerita Habib Luthfi ini, salah seorang pengurus Ponpes Balekambang, Kiai Nurudin Lubis membenarkan cerita tersebut.

Saat itu, kata dia, Ponpes Balekambang diasuh oleh KH Abdullah Hadziq. Dia memperkirakan saat Habib Luthfi nyantri di Balekambang sekira 1970-an.

“Berdasarkan cerita yang saya tahu, Habib Luthfi di sini selama 2-3 tahun,” kata Nurudin Lubis kepada tribunmuria.com, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, bagi KH Abdullah Hadziq sosok Habib Luthfi adalah murid sekaligus guru. Bisa dikatakan demikian karena sebagai murid, Habib Luthfi pernah mondok di pesantrennya KH Abdullah Hadziq.

Kemudian sebagai guru, karena Habib Luthfi adalah mursyidnya KH Abdullah Hadziq dalam Tarekat Naqsabandiyah.

“Hubungan mereka murid juga guru,” ujarnya.

KH Abdullah Hadziq adalah generasi kedua pengasuh Ponpes Roudlotul Mubtadiin. Ponpes yang berlokasi di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari itu didirikan oleh ayahnya KH Abdullah Hadziq, yakni KH Hasbullah pada 1884.

Saat ini pesantren tertua di Kabupaten Jepara itu diasuh oleh KH Ma’mun Abdullah, putera KH Abdullah Hadziq.

Nurudin Lubis menyampaikan saat ini jumlah santri yang menimba ilmu di tempat itu sekira 2.500. Adapun jumlah alumnusnya mencapai puluhan ribu.

Santri-santri tersebut selain ditempa ilmu agama juga dibekali berbagai keterampilan, seperti komputer, pertanian modern, wirausaha, dan yang lainnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunmuria.com dengan judul Cerita Habib Luthfi Nyantri di Balekambang Jepara, Diasuh Mbah Hadziq, Pulang Nyeberang Kali, https://muria.tribunnews.com/2023/01/31/cerita-habib-luthfi-nyantri-di-balekambang-jepara-diasuh-mbah-hadziq-pulang-nyeberang-kali.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Yayan Isro Roziki

Artikel ini telah dibaca 107 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar