Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Headline · 9 Okt 2024 20:03 WIB ·

Majelis Fulus yang Suka Tarik Fulus


 Majelis Fulus yang Suka Tarik Fulus Perbesar

Oleh: M. Abdullah Badri

nujepara.or.id- Ada nama majelis di Jepara yang akhir-akhir jadi perbincangan karena pengelolanya masif menyebarkan puluhan ribu amplop donasi untuk acara biaya maulid dan haul ortunya yang bakal digelar di Lapangan Desa Ngabul, 4 November 2024.

Ya, majelis itu dikenal karena ndawirnya, bukan kontribusinya. Namanya Majelis Sholawat Fulus. Sejak dari nama, harusnya majelis tersebut bisa berperan laiknya bank yang suka memodali walau dengan untung. Bukan seperti kotak amal yang teriak-teriak minta diisi. Masak majelis bernama fulus tapi minta-minta fulus. Berarti sholawate ora manjur untuk fulus.

Saya tahu karena tahun lalu saya hampir jadi korban pengasuhnya, Umar Al-Jufri, yang syuhroh wal istifadhoh disebut Umar Milagros. Jelang Maghrib, dia tiba-tiba datang ke rumah bawa belasan amplop suruh sebar ke tetangga. Ya emoh lah. Kala itu saya menjawa, “aku ora kulino ngene, om, tapi tak isi siji wae yah”.

Setelah jawaban itu, mulutnya terlihat komat-kamit, tangannya bergetar, mripate mendelak-mendelik. “Ora butuh. Mangkelo karepmu. Iki omahku. Pencilakan siap nyaduk”. Gumam saya, tapi pas pulang tetap saya beri satu eks sarung anyar.

Saya agak rada begitu kepadanya karena ada kabar bahwa kala itu saya sedang dites jadi muhibbin olehnya gara-gara pernah mengkritik latah pemasangan Habib Alex di status WA yang sempat viral itu -sempat didatangi habib lain juga sih. Begitulah kata teman yang dititipi puluhan amplop njaluk-njaluk fulus dari majelis fulus.

Masih ingat betul, kala itu, surat jaluk-jaluk hanya ada satu Ttd, pengasuh majelis nya saja. Jadi, dia berhak total atas hasil semuanya. Dibagi karepe, ora, yo ra masalah. Untuk tahun ini ada perkembangan. Selain dia, yang tandatangan di surat ndawir ada nama pelindung advokasi. Bukan sekretaris majelisnya (kecuali sekretaris panitia). Baru kali ini ada pelindung ikut bubuhkan tanda tangan.

Anehnya lagi, di surat tarik fulus agenda 4 November 2024 itu dalam rangkanya adalah Maulid. Tapi, di flayer yang beredar, ada tambahan haul kedua ortunya dan haul massal. Wong Ngabul ora kenal abahe dekne, tapi kon melu urunan. Apa kontribusinya di zaman hidup untuk wong Ngabul. Nama petinggi Ngabul dan Troso loh sampe di-eret-eret dalam surat. Ya Allah, kok ra isin raine dewe.

Gaya-gaya tarik fulus seperti dilakukan pengasuh majelis fulus sudah seharusnya dihentikan. Itu bukan perjuangan, tapi penghinaan. Bagaimana bisa disebut perjuangan bila acara itu mengundang Satkoryon Banser, tapi mereka disuruh donasi. Iseh kon ngepam, ngedum jalukan, lalu urunan. Sing wareg sopo?

Cara nariknya pun dikabarkan setengah memalak. Bila ente sudah janji bakal donasi, ente bakal ditagih oleh dept kolektor. Anda menjadi terhutang. Kalau tidak segera lunasi, mulutnya bisa komat-kamit. Bisa lewat WA, omongan teman atau lainnya. Bahkan bisa keluar sumpah serapah.

Kalau ingin berjuang temenanan, tirulah majelis MACAN, yang hanya mengedarkan donasi agenda maulid dan haul di internal jamaahnya sendiri. Ora perlu ndawir. Tirulah NU di ranting-ranting juga, yang pasti ada LPJ nya kepada publik, dan siapapun bisa meminta laporannya. Memperlihatkan kemiskinan di hadapan massa bukanlah akhlak yang perlu ditiru massal.[]

(Penulis adalah Ketua Rijalul Ansor Jepara)

Artikel ini telah dibaca 405 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar