Menu

Mode Gelap
Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta Pintu di Ujung Perjalanan

Kyaiku · 22 Apr 2021 03:24 WIB ·

Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya


 Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya Perbesar

nujepara.or.id – Masyarakat biasa menyebutnya dengan Mbah Dullah Balekambang Jepara. Nama lengkapnya adalah Abdullah Hadziq bin Hasbullah. Ibunya bernama Su’adah binti Ilyas bin Muhammad Tasmin Ngroto bin Kiyai Pupus Pati (catatan silsilah dari keturunan Mbah Tasmin). Selain dikenal dengan wara’ dan zuhud-nya, mbah Wali yang wafat pada 10 Ramadhan (1985 M) ini juga dikenal dengan sifat  tawadhu’-nya.

Wara’ adalah menjauhkan diri dari dosa, maksiat dan perkara syubhat; Zuhud adalah melepaskan hati dari pengaruh dunia; dan tawadhu’ adalah rendah hati

Makam Mbah Dullah Balekambang berada di belakang Masjid Penggung Desa Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara. (Foto: Istimwa)

Mbah Wali kalau melaksanakan shalat Jum’at (di Masjid Penggung) itu lebih sering duduk di serambi dekat bedug bersama anak-anak kecil.

“Nik Jum’atan manggone nok buri, nok ngisor bedug, awor cah cilik-cilik,” cerita mbah Ali Supaat, salah satu warga Balekambang, pada saya.

Biar pun dikenal sebagai orang alim dan mempunyai banyak santri, sampai akhir hayatnya mbah Wali belum juga berkenan membacakan khutbah Jum’at di masjid Penggung, Beliau lebih memilih menjadi mustami’ (pendengar) saja.

“Nik salah, engko bati diguyu. Aku tak ngrungokno wae, upomo engko ono khutbah sing salah aku iso ngilingake,” jawab mbah Wali saat diminta untuk mengisi khutbah di masjid Penggung, seperti yang diceritakan oleh Kiai Asnawi Penggung.

Hari ini, Kamis pon, 10 Ramadhan 1442 (22/04/21) adalah haul mbah Wali yang ke-36. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan bisa meneladani sifat tawadhu’ beliau, Amiin.

اللهم اعل درجاته فى الجنة وانفعنا به فى الدارين، وله الفاتحة…

Oleh : Kharor Abdillah, alumnus dan dewan asatid Pesantren Balekambang Jepara

Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Ngaji Tematik Ramadhan: Berkah Ramadhan di Sudut Jalan Jepara: UMKM Bergeliat, Inflasi Terjinak

26 Februari 2026 - 04:55 WIB

Ilustrasi Ramadhan berkah di Kabupaten Jepara.

NASAB SYAIKH ABDUL HAMID KUDUS CUCU KHATHIB MASJID AL-AQSHA MENARA KUDUS

19 Juni 2025 - 12:45 WIB

Syair Para Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)

27 Januari 2025 - 11:52 WIB

Kyai Mukhammad Siroj: Sosok Pendidik, Pengabdi dan Teladan Sehidup Semati

10 Januari 2025 - 11:36 WIB

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Trending di Kabar