Menu

Mode Gelap
Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I

Kabar · 18 Agu 2016 00:41 WIB ·

Muhasabah Kemerdekaan Ranting NU Jinggotan


 Muhasabah Kemerdekaan Ranting NU Jinggotan Perbesar

Istighatsah Kemerdekaan Ranting NU Jinggotan

KHUSYU, ratusan warga mengikuti istighatsah kemerdekaan dan nonton film Sang Kiai Selasa (16/8) malam

JEPARA – Bangsa Indonesia diseluruh penjuru dunia dengan gegap gempita merayakan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 71 dengan beragam kegiatan, mulai dari yang sakral hingga profan, dari yang mewah hingga sederhana, dan dari yang panjang waktunya hingga yang hanya sebentar saja. Salah satu kegiatan tersebut adalah istighatsah kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting NU Jinggotan Kembang, Jepara, pada Selasa (16/8) malam. Kiai Abdul Wahab, Ketua Ranting NU Jinggotan menjelaskan bahwa kegiatan itu sudah menjadi agenda rutin setiap hari-hari besar nasional, termasuk tahun baru.

Selepas sholat isya, ratusan warga beserta seluruh anggota keluarga dari berbagai usia mulai memadati halaman gedung Muslimat untuk mengikuti acara tahunan tersebut. Pukul 19.30, acara dimulai dengan serangkaian ceremonial dan dilanjutkan dengan istighatsah. Ratusan warga dengan khusyu melantunkan istighatsah yang dipimpin oleh Kiai Wahab.

Setelah istighatsah usai, acara dilanjutkan dengan nonton bersama film Sang Kiai karya Rako Prijanto. Melalui film tersebut, diharapkan warga semakin mengenal dan mengenang Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang telah menjadi tokoh kunci dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Melalui “Resolusi Jihad”, ia mengajak para santri untuk berjihad fisabilillah melawan penjajah yang kemudian melahirkan peristiwa perang besar yang dikenal sebagai hari Pahlawan.

Merdeka itu siap menjadi Indonesia

Peringatan hari kemerdekaan menjadi momentum untuk muhasabah sebagai warga negara. Kiai Wahab saat sambutan berpesan agar mensyukuri nikmat Allah SWT yang terkait dengan kemedekaan dan kekayaan bumi Indonesia. “Indonesia dianugerahi limpahan rahmat, bumi subur makmur, gemah ripah loh jinawi toto tentrem karto raharjo, harus disyukuri dengan cara memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan”. Ia juga menambahkan bahwa merdeka berarti siap menjadi Indonesia, “Jangan mudah meniru tradisi yang imporan, kita contoh para pendiri bangsa ini, Sukarno dulu dididik oleh Belanda, tetapi ruh dan jiwanya tetap Indonesia, Hadlaratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari adalah lulusan Arab, tetapi jiwa dan ruhnya tetap Indonesia” pungkasnya. [dm]

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

18 September 2026 - 10:23 WIB

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan

18 September 2026 - 10:15 WIB

Panggung Sandiwara Kehidupan: Di Mana Akhir Perburuan Kita?

15 September 2026 - 21:34 WIB

Trending di Kabar