Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Hujjah Aswaja · 26 Mar 2024 05:34 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (15)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (15) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Lanjutan syarah Nadhom (7 & 8 )

Adapun faidah bait ini yg menurut ma fi ba’dhin nuskhoh baik lima atau enam bait yang di awali dari bait “liainika” sampe bait 7 & 8 ini adalah apabila ada seorang laki laki mengarah keburukan terhadap istrinya, anaknya dan pembantu pembantunya maka bait ini di tulis di daun jeruk pepaya kemudian ditaruh di tangan kirinya saat orang itu tidur termasuk di taruh di telinga dan mulutnya maka akan dengan tidurnya tersebut akan iqrar dan mengucapkan apakah yang dilakukan itu baik atau jelek manakala ada yang kehilangan atau kecurian barang.


Selanjutnya, untuk membuktikan ta’bir orang dicurigai, caranya 5 bait tersebut ditulis pada kulit kayak yang sudah di samak kemudian di buntel kemudian dikalungkan pada leher orang yg dicurigai, maka orang yang dicurigai akan berbicara langsung sebab bingung dan takut. Ini lah keramatnya bait yang ajib.


Demikian pendapat ahlul mahabbah dan orang yang jatuh cinta merindu kepada baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Dan ketika sudah jelas dan terang benderang ciri ciri orang yang jatuh cinta dan mabuk cinta dengan tanda tanda yang nyata maka tidak ada yang bisa mengingkarinya dan akan terucap dengan sendirinya dengan jawaban “na’am” sebagaimana bait berikutnya.

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh. Amin Amin Amin

Bersambung.

Artikel ini telah dibaca 114 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja