Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Hujjah Aswaja · 27 Mar 2024 06:15 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (16)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (16) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom
(9)

Na’am Saro Thoifu Man Ahwa Fa Arroqoniy # Wal Hubbu Ya’taridhul Ladzdzati Bil Alami

Ketika sudah jelas yang ditanyai itu nyata betul betul jatuh cinta dan mabuk cinta kepada sang kekasih di mana yang tanya adalah syech Imam al Bushiriy sendiri, yang jatuh cinta syech Imam al Bushiriy sendiri, yaitu dari bait awal; Amin Tadzakkuri Jironi ila akhirihi. Yg tanya dan yang ditanyai yach mushonnif sendiri. Maka jawaban mushonnif adalah; “Na’am”, benar, pertanyaanmu tentang dugaanmu bahwa aku sekarang ini baru jatuh cinta dan mabuk cinta kepada sang kekasihku. Dan sesungguhnya cucuran air matamu yang bercampur dengan darah itu memang aku membayangkan dan ingat kepada sang kekasihku.

Semua pertanyaanmu adalah benar adanya bahwa aku memang jatuh cinta kepada sang kekasihku.
Penanya bertanya; apa yang menyebabkanmu jatuh cinta kepada sang kekasihmu? Maka aku jawab; “saro Thoifu man Ahwa Fa Arroqoniy ila akhirihi” artinya;

Di malam yg sunyi bayangan kekasihku selalu menghapiriku sehingga mataku sulit terpejam, memang benar adanya bahwa cinta kasih sejati itu membutuhkan pengorbanan.


Sejatinya orang yang jatuh cinta kepada sang kekasih itu menghilangkan selera makan dan minum yang menjadikan gundah gulana mabok cinta karena selalu ingat sang kekasih. Artinya sungguh benar ketika kamu menduga bahwa aku mempunyai penyakit jatuh cinta yang menjadikan diriku hilang selera makan dan minum dan air mataku bercucuran tiada henti dengan bercampur darah yang sekali lagi itu semua yang disebabkan aku karena aku jatuh cinta dan mabuk cinta kepada sang kekasih.


Karena sakitku yang disebabkan oleh hilangnya selera lezatnya makan dan tidak nyenyaknya tidur sehingga aku ingat dan membayangkan wajah rona indah sang kekasih ini lah makna dari; “Wal Hubbu Ya’taridhul Ladzdzati bil Alami” yaitu sakit rasanya karena tidak bisa berjumpa dan terpisah dengan sang kekasih.

Faidah satu bait ini adalah :
Saat kita baca setelah shalat isya’ dg terus menurus sampai kita ketiduran maka sungguh dapat dijumpai baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW di dalam mimpi kita. Amin Amin Amin

Saat muhib mengaku jatuh cinta kemudian muhib ditanya tentang jatuh cintanya, maka muhib menjawab dengan bait selanjutnya..

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh. Amin Amin Amin

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 106 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja