Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 18 Agu 2024 01:26 WIB ·

Ngaji Sabtu Legi Perdana, PCNU Jepara Hadirkan Gus Ghofur


 Ngaji Sabtu Legi Perdana, PCNU Jepara Hadirkan Gus Ghofur Perbesar

nujepara.or.id – Ngaji Sabtu Legi yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Jepara pada kali pertama menghadirkan Dr. KH. Abdul Ghofur Maiomen, M.A. atau yang kerap disapa dengan Gus Ghofur dari Rembang, Jawa Tengah, Jumat (16/8/2024).

Ngaji Sabtu Legi perdana ini mengusung tema Ngaji Kitab Shahih Muslim. Pelaksanaan ngaji berlangsung di Gedung MWCNU Kecamatan Kedung. Kegiatan ngaji bersama Gus Ghofur banyak dihadiri oleh santri dari berbagai wilayah di Jepara. Diantaranya dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah sekitar seperti wilayah Batealit, Mayong, dan Welahan.

Dalam sambutan pembukaan, KH. Charis Rohman menyampaikan kepada jamaah untuk tidak menjadi santri pedotan “sing penting ampun dados santri pedotan”. Ungkap KH. Charis Rohman.

Gus Ghofur memulai ngaji Kitab Shahih Muslim dengan diawali penjelasan tentang biografi dari Imam Muslim seorang pengarang dari Kitab Shahih Muslim. Imam Muslim memiliki nama lengkap Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi yang lahir di Nishabur sebuah wilayah di Persia, dalam sejarah Islam kala itu dikenal dengan sebutan wara’a an nahr.

Dalam uraiannya, Gus Ghofur menceritakan bagaimana kezuhudan dari Imam Muslim. “Imam Muslim disamping seorang ulama, beliau juga seorang pedagang kain. Pada proses perjalanan jauh untuk mencari sanad hadis (rihlah tholabul hadist), Imam Muslim menggunakan biaya sendiri.

Selanjutnya disampaikan bahwa bagaimana penghormatan Imam Muslim kepada gurunya, yaitu Imam Bukhari. Sehingga Imam Muslim berkata da’ni uqobbilu rijlaka, biarkan saya mencium kaki tuan. Sebuah penghormatan yang di era sekarang mungkin sudah hilang.

Pada akhir acara, Ketua MWCNU Kedung, Kiai Moh. Afif mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, dan seluruh yang mendukung dan berkontribusi dalam acara Ngaji bareng dengan Gus Ghofur yang telah terlaksana dengan lancar dan sukses.

Artikel ini telah dibaca 209 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri
Trending di Headline