Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Esai · 8 Mei 2023 09:01 WIB ·

Ngaji Tematik : Banyak Pintu Meraih Sukses


 Ngaji Tematik : Banyak Pintu Meraih Sukses Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Dalam menggapai suatu tujuan, kita membutuhkan strategi yang jitu sebagaimana strategi Nabi Ya’kub AS yang di rekam di dalam Al-Qur’an.

“Waqola, Ya Baniyya la tadkhulu min babin wahidin, wadkhulu min abwabin mutafarriqotin,”

Di dalam merencanakan strategi untuk meraih maqsud atau tujuan tertentu, kita harus memiliki strategi yang apik sebagaimana Nabi Ya’kub memberikan strategi kepada anak anaknya saat memasuki kota mesir mencari saudaranya Yusuf yang hilang agar tidak masuk kota hanya melalui satu pintu tapi harus berpencar melalui pintu yang berbeda beda.

Sungguh, strategi diatas merupakan sebuah ‘ibroh’ bahwa saat kita akan merencanakan sesuatu untuk meraih maqsud atau tujuan tertentu harus menggunakan strategi yang matang dan berlapis lapis bukan hanya menggunakan satu strategi.

Dari sana, kita juga harus sadar dan paham dalam hal “cara berdakwah” yaitu bukan atas methode dan strategi “satu doktrin” kebenaran tapi harus menggunakan beragam metode yang disesuaikan dengan kondisi sosio-kultural yang ada dalam masyarakat.

Sekarang ini kita lihat banyak dari kita “memaksakan” methode dakwah yang kita miliki seakan akan “paling jitu” dengan menafikan methode dakwah orang lain bahkan sampai “mengkafirkan” metode dakwah orang lain.. karena kita tidak bisa membedakan antara methode dan tujuan.

Contoh yang sering kita baca dan dengar dari para pendakwah adalah “keseringannya” ngomongin bidengah, syirik dan lain lain terhadap “methode” dakwah yang sudah banyak membudaya dimasyarakat seperti perayaan Maulid, padahal perayaan Maulid itu adalah salah satu methode atau cara bagaimana mengajak orang senang membaca sholawat.

Jadi perayaan Maulid adalah salah satu methode sedangkan tujuannya adalah satu yaitu bersholawat dan cinta mahabbah kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW. Dan tentunya banyak methode methode lain untuk tujuan bershalawat dan cinta mahabbah kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Beragamnya “cara berdakwah” ini lah yang justru menjadikan “ber-agama” semakin kaya dengan nuansa nuansa yang indah, enjoy, renyah dan bahagia sehingga orang melihat agama bukan sebagai “momok” yang “seram” dan “menakutkan” akan tetapi agama sebagai penyejuk dahaga jiwa yang manusiawi, menyenangkan dan sesuai dengan realitas sosial budaya yang ada di masyarakat.

Semoga Gusti Allah SWT memberikan pencerahan bagi kita untuk memahami beragamnya methode dakwah sehingga kita lapang dada dan nyegoro terhadap realita kehidupan. Aamiin Aamiin Aamiin..

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 103 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar