Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

Esai · 8 Mei 2023 09:01 WIB ·

Ngaji Tematik : Banyak Pintu Meraih Sukses


 Ngaji Tematik : Banyak Pintu Meraih Sukses Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Dalam menggapai suatu tujuan, kita membutuhkan strategi yang jitu sebagaimana strategi Nabi Ya’kub AS yang di rekam di dalam Al-Qur’an.

“Waqola, Ya Baniyya la tadkhulu min babin wahidin, wadkhulu min abwabin mutafarriqotin,”

Di dalam merencanakan strategi untuk meraih maqsud atau tujuan tertentu, kita harus memiliki strategi yang apik sebagaimana Nabi Ya’kub memberikan strategi kepada anak anaknya saat memasuki kota mesir mencari saudaranya Yusuf yang hilang agar tidak masuk kota hanya melalui satu pintu tapi harus berpencar melalui pintu yang berbeda beda.

Sungguh, strategi diatas merupakan sebuah ‘ibroh’ bahwa saat kita akan merencanakan sesuatu untuk meraih maqsud atau tujuan tertentu harus menggunakan strategi yang matang dan berlapis lapis bukan hanya menggunakan satu strategi.

Dari sana, kita juga harus sadar dan paham dalam hal “cara berdakwah” yaitu bukan atas methode dan strategi “satu doktrin” kebenaran tapi harus menggunakan beragam metode yang disesuaikan dengan kondisi sosio-kultural yang ada dalam masyarakat.

Sekarang ini kita lihat banyak dari kita “memaksakan” methode dakwah yang kita miliki seakan akan “paling jitu” dengan menafikan methode dakwah orang lain bahkan sampai “mengkafirkan” metode dakwah orang lain.. karena kita tidak bisa membedakan antara methode dan tujuan.

Contoh yang sering kita baca dan dengar dari para pendakwah adalah “keseringannya” ngomongin bidengah, syirik dan lain lain terhadap “methode” dakwah yang sudah banyak membudaya dimasyarakat seperti perayaan Maulid, padahal perayaan Maulid itu adalah salah satu methode atau cara bagaimana mengajak orang senang membaca sholawat.

Jadi perayaan Maulid adalah salah satu methode sedangkan tujuannya adalah satu yaitu bersholawat dan cinta mahabbah kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW. Dan tentunya banyak methode methode lain untuk tujuan bershalawat dan cinta mahabbah kepada Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Beragamnya “cara berdakwah” ini lah yang justru menjadikan “ber-agama” semakin kaya dengan nuansa nuansa yang indah, enjoy, renyah dan bahagia sehingga orang melihat agama bukan sebagai “momok” yang “seram” dan “menakutkan” akan tetapi agama sebagai penyejuk dahaga jiwa yang manusiawi, menyenangkan dan sesuai dengan realitas sosial budaya yang ada di masyarakat.

Semoga Gusti Allah SWT memberikan pencerahan bagi kita untuk memahami beragamnya methode dakwah sehingga kita lapang dada dan nyegoro terhadap realita kehidupan. Aamiin Aamiin Aamiin..

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 98 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

“Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga

16 April 2026 - 14:50 WIB

ILUSTRASI Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga
Trending di Kabar