Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Interaktif Ramadan · 18 Apr 2023 22:52 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadan : Berdoa yang Membudaya


 Ngaji Tematik Ramadan : Berdoa yang Membudaya Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni

nujepara.or.id – Gusti Allah SWT memberikan waktu waktu yang mustajabah saat kita berdoa, salah satunya adalah sebagaimana Sabda Kanjeng Nabi Muhammad SAW;

“Innaddu’aa la yuroddu bainal adzani wal iqomati, fad’uu” (HR. Ahmad)

Banyak orang “menyepelekan” bentang waktu antara adzan dan iqomat, padahal bentang waktu tersebut terijabah doa doa yang kita panjatkan.

Hadits diatas, begitu fenomenal ditangan para awliya’ nusantara dimana makna yang disuguhkan pada bentang waktu antara adzan dan iqomah dengan cara melantunkan “shalawatan” dan “puji-pujian” yang berupa doa doa di masjid dan musholla. Jadi, lantunan shalawatan dan pujian pada bentang waktu antara adzan dan iqomah mempunyai landasan dalil yang shohih dan kokoh.

Yang perlu kita pahami dalam hal ini adalah “kecerdasan” para pendahulu “awliya” nusantara dimana beliau disamping berusaha mengajak “bershalawat” dan “berdoa” secara bersama-sama kepada jama’ah shalat pada bentang waktu antara adzan dan iqamat sebelum menunaikan ibadah shalat, bershalawat dan berdoa berjama’ah tersebut juga “melangitnya” lebih melesat cepat dan terkabulkan.

Ada pelajaran yang sangat penting bagi kita bahwa bershawalat dan doa puji-pujian bersama pada bentang waktu antara adzan dan iqomah setidaknya menjadi ibroh bagi kita untuk tidak hidup “egois” tapi sebaliknya mengajarkan kepada kita untuk hidup guyub, rukun dan menumbuhkan kebersamaan.

Nah, sekarang ini kita banyak melihat, sebagian orang yang “kontra” terhadap bershalawat dan doa “puji-pujian” bentang waktu antara adzan dan iqomah bahkan sebagian orang mengatakan hal itu adalah “bidengah”, — padahal dalilnya jelas ada, akan tetapi hanya caranya melaksakanan hadits tersebut yang fenomenal dan membudaya, — dan yang “menggelikan” adalah mereka beralasan mengganggu “privatisasi” diri.

Semoga kita diberi kekuatan untuk mampu memanfaatkan kesempatan waktu waktu mustajabah yang diberikan oleh Gusti Allah SWT untuk memanjatkan doa dan bershalawat sehingga doa doa kita selalu dikabulkan. Aamiin Aamiin Aamiin.

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Melipat Jarak, Saat Timur dan Barat Berdenyut di Dalam Dada

25 Februari 2026 - 14:19 WIB

Menyingkap Makna Perintah Membaca dalam Al-Qur’an

24 Maret 2024 - 11:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (5)

16 Maret 2024 - 04:48 WIB

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (3)

14 Maret 2024 - 04:02 WIB

Trending di Hujjah Aswaja