Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Headline · 8 Apr 2023 14:39 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan : Kesempatan Hidup Hanya “satu kali”


 Ngaji Tematik Ramadhan : Kesempatan Hidup Hanya “satu kali” Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Gusti Allah SWT begitu “memperhatikan waktu” sehingga Gusti Allah SWT “bersumpah” pun menggunakan “penanda waktu” sebagaimana dalam surah al ‘ashr:

“Wal ‘Ashri, Innal Insana lafi Khusr.. Illalladzina amanu wa’amilussholihati watawashow bil haqqi watawashow bisshobri”

Kata al ‘ashr diatas adalah tidak menunjukkan waktu secara “keseluruhan waktu” melainkan menunjuk hanya “waktu tertentu” yaitu waktu ashar yang boleh jadi dimaknakan hanya “kesempatan dalam satu peristiwa” yaitu yang dicontohkan “waktu ashar” saja. Hal ini memberikan ibroh bahwa Gusti Allah SWT memberikan “peluang” hanya pada “satu kesempatan tertentu” untuk melaksanakan aktifitas yang “sungguh-sungguh” agar mampu mewujudkan cita-cita atawa sukses yang ahirnya tidak “terjebak” kepada kerugian dan kegagalan..

Dengan kata lain bahwa sesungguhnya manusia banyak “terjebak” kepada kerugian dan menjadi gagal dalam melaksanakan aktifitas, meraih cita cita dan kesuksesan karena kita tidak mampu memanfaatkan “kesempatan” yang diberikan hanya “satu kali” oleh Gusti Allah SWT. Jika kita tidak mampu memanfaatkan “satu kesempatan” tersebut maka kita akan mengulang dan menunggu “satu kesempatan” berikutnya..

Contoh yang paling mudah dipahami adalah saat anak anak kita diberi satu kesempatan “ujian nasional”, jika tidak dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik dan sungguh sungguh oleh anak anak kita maka hasilnya tidak akan lulus atau gagal, olehnya anak anak kita akan menunggu dan mengulang lagi ujian nasional “tahun depan”.

Nah, kita ini hidup di dunia juga diberi hanya “satu kesempatan” mampir “ngombe” jika kita memanfaatkannya secara sungguh sungguh maka kita tidak akan “terjebak” kepada kerugian dan kegagalan hidup.

Mari lah kita manfaatkan “kesempatan” hidup kita ini untuk rajin ibadah, banyak berbuat kebaikan, kasih sayang, lemah lembut, dan ringan berderma kepada sesama.

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Gusti Allah SWT sehingga termasuk menjadi orang orang yang mampu memanfaatkan “kesempatan” sebaik mungkin dan menjadi orang yang ahli bersyukur. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 260 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an
Trending di Headline