Menu

Mode Gelap
Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini Rajab, Saatnya “Mremo” Amal Kebaikan di Bulan yang Mulia Bahtsul Masail Tingkat Mahasiswa Se-Jawa Tengah digelar di UNISNU, Soroti Kontroversi Terkait Hukum dan Politik Aliansi Santri Jepara Desak Komdigi dan KPI Cabut Izin Trans7, Buntut Tayangan yang Lecehkan Pesantren Visiting Lecturer di Negeri Tirai Bambu, Aprilia Wakili UNISNU Jepara Kenalkan Wisata Bahari Indonesia

Kabar · 11 Apr 2023 21:34 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Nasionalisme dalam Islam 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Nasionalisme dalam Islam  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Nasiolisme adalah realitas di zaman modern dalam  “bernegara” yang memiliki tujuan menciptakan kondusivitas dan ketentraman dalam  berbangsa dan bernegara, sebagaimana digambarkan di dalam Alquran melalui doa Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam: “Robbij’al hadza baladan aminan, warjuq ahlahu minats tsamaroti man amana minhum billahi wal yawmil ahir.” 

Esensi dari ayat di atas adalah “mencintai negara” sehingga tercipta “rasa aman tentram” untuk melakukan aktivitas baik berupa aktivitas keagamaan, sosial, ekonomi, politik, budaya dan lain sebagainya. 

Kita harus berkaca kepada negara-negara yang sekarang ini “porak-poranda” karena “tergiur” oleh “propaganda” seseorang atau kelompok “ekstrimis” bahwa “cinta tanah air” dan “nasionalisme” tidak ada “dalilnya” karena mereka mungkin kurang “jeli” memahami “doa”  Nabi Ibrahim AS untuk “negaranya’ yang diabadikan oleh Alquran.

Dimana doa tersebut  adalah sebagai bentuk dari “cinta tanah air” yaitu memohon kepada Gusti Allah SWT agar “balad”, wilayah atau negara  yang ditempatinya menjadi negara yang aman, tentram dan tercurahkan kemakmuran yang melimpah hasil buminya baik berupa makanan pokok, sayur mayur maupun buah-buahan.  

Logika makna  “doa” tersebut adalah proses permohonan dan harapan yang boleh jadi “sudah ada negara” kemudian “diperkuat” agar semakin “eksis”, dan juga boleh jadi “belum ada negara” kemudian “menjadi ada”. 

Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia, sandaran dan harapan makna “doa” yang dimohonkan oleh Nabi Ibrohim ‘Alaihissalam adalah “sudah ada negara” yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia  sehingga kita bisa “berdoa” yang sama seperti doa Nabi Ibrahim Alaihissalam yaitu  memohon agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap ada, eksis, aman, tentram, kondusif, Indonesia Raya aman dan terhindar dari segala mara bahaya yang datang baik dari dalam maupun dari luar negeri serta adil makmur bahagia sejahtera.

Pada bulan Ramadhan yang suci ini,  kita harus bersama-sama bersyukur  kepada Gusti Allah SWT dimana kita diberi sebuah negara dengan nama Negara  Republik Indonesia yang memiliki potensi dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Semoga bisa dikelola dengan baik dan maju dengan semangat baru melanjutkan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa yaitu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat, adil, makmur bahagia sejahtera nir ing sambi kolo. 

Semoga Gusti Allah SWT selalu melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan para ekstrimis dan teroris yang ingin mengubah Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Semoga menjadi negara yang gemah ripah loh jinawe serta Aman Aman Aman Indonesia Raya Aman. Aamiin Aamiin Aamiin.

*Sekretaris Pengurus Syu’biyah Jatman Jepara

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Glory Casino Live Casino Tips for an Enjoyable, Low-Stress Play Experience

28 Desember 2025 - 20:25 WIB

Exploring Glory Casino Mobile Slots Gameplay Experience: Tips and Features

28 Desember 2025 - 00:17 WIB

Glory Casino Mobile Betting Experience Explained: Benefits and User Tips

27 Desember 2025 - 22:00 WIB

Mostbet AZ üzərindən idman mərci yerləşdirmə qaydası və strategiyaları

26 Desember 2025 - 12:58 WIB

Master Casino Glory Demo Games for Learning Basics Effectively and Quickly

26 Desember 2025 - 12:14 WIB

Hadir di Lirboyo, Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai Disini

25 Desember 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kabar