Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Kabar · 15 Apr 2016 07:44 WIB ·

NU Siap Bentuk Unit Pengumpul Zakat Hingga Tingkat Desa


 NU Siap Bentuk Unit Pengumpul Zakat Hingga Tingkat Desa Perbesar

14dzakat.jep-H15

REMBUK ZAKAT: Para pengurus NU dan Lazisnu saat berembuk soal penghimpunan zakat infak dan sedekah di lantai 2 gedung NU Jepara, Rabu (13/4) malam


JEPARA – Lembaga amil zakat infak dan sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jepara siap mengoptimalkan penghimpunan zakat infak dan sedekah warga nahdliyin Jepara untuk menguatkan kiprahnya di bidang sosial. Dalam pembahasan rencana penghimpunan zakat infak dan sedekah Rabu malam di gedung NU, Lazisnu menargetkan bisa menghimpun seluruh potensi. Bahkan, Lazisnu bakal membentu unit khusus pengumpul zakat dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. NU ranting di desa dan keluraha bisa menjadi bagian penting dalam hal ini.
Pembahasan rencana penghimpunan zakat, infak dan sedekah tersebut dipimpin Rais Syuriah Pengurus Cabang NU KH Ubaidillah Nur Umar bersama Ketua Tanfidziyah NU Jepara KH Hayatun Abdullan Hadziq (Gus Yatun) di gedung NU lantai 2, Rabu (13/4) malam. Hadir juga seluruh pengurus Lazisnu dan beberapa ketua lembaga di NU  yang bertalian secara langsung maupun tidak langsung dengan dengan zakat.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah ada kerja sama di bidang penghimpunan zakat antara PCNU dengan Pengasuh Pondok Pesantren Amtsilati Bangsri KH Taufiqul Hakim. Dari Kiai Taufiqul Hakim dalamm pertemuan tersebut diwakili Ikatan Daiyah  Muda Bangsri (Ikdamuba). Hadir pula Ketua Lazisnu Jepara Kiai Maksum. “Kami dengan Kiai Taufiqul Hakim sudah bersepakat untuk bekerja sama dan ini sudah berlangsung April ini. Kami dari NU menyalurkannya ke kaum dhuafa di beberapa desa,” kata Gus Yatun. Pada Sabtu besok, zakat akan disalurkan NU ke Desa Surodadi, Desa Sowan Kidul dan Desa Tedunan. Ketiganya desa tersebut ada di Kecamatan Kedung.
Gus Yatun juga menekankan, program-program Lazisnu mesti berjalan dengan baik karena sangat bertalian dengan masyarakat. Maksum menjelaskan, Lazisnu tidak akan muluk-muluk dalam menargetkan penghimpunan zakat. Namun ia melihat ada potensi sekitar Rp 5 miliar/tahun yang bisa digarap secara efektif. Dalam kesempatan tersebut, Wakil ketua PCNU Kiai Hilaluddin memaparkan delapan program Lazisnu yang akan dijalankan, yaitu dompet dhuafa, bulan amal, bulletin Jumat untuk sosialisasi, dompet guru, kotak pasar, dompet haji, gerakan orang tua asuh NU, gerakan wirausaha, dan ekspo Lazisnu. “Kami akan membentuk Unit Pengumpul (UP) zakat, infak dan sedekah di cabang tingkat kabupaten, kecamatan, dan sampai ke ranting di desa-desa.
Munasiroh, perwakilan dari Ikdamuba menyatakan siap menjalankan kerja sama zakat dengan NU. “Merupakan kehirmatan bagi kami bisa bekerja sama dengan PCNU dalam menggarap zakat, infak dan sedekah,” tandasnya.
Rais Syuriah NU Kiai Ubaidillah Nur Umar memberi banyak masukan untuk efektivitas kerja sosial tersebut. Di antaranya ia meminta harus ada tim yang fokus merencanakan seluruh program tersebut. “Harus ada tim yang fokus di masalah ini dan bekerja tepat sasaran. Hal ini tidak bisa ditunda-tunda lagi. Syuriah merestui dan mendukunng penuh karena ini untuk kemaslahatan nahdliyin dan masyarakat umum,” katanya. (ms)
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Trending di Kabar