Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Kyaiku · 6 Agu 2022 01:53 WIB ·

Pemilu 2024, Gus Yahya Minta Identitas NU Tak Dijadikan Senjata


 Pemilu 2024, Gus Yahya Minta Identitas NU Tak Dijadikan Senjata Perbesar

nujepara.or.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf berharap tidak ada pihak yang memperalat lembaganya untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia pun berharap para kontestan tak lagi menggunakan identitas sebagai senjata.

Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, Gus Yahya (panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf) menilai NU selalu menjadi rebutan berbagai pihak untuk memenangkan pesta demokrasi lima tahunan itu. Dia pun memperbandingkan lembaganya dengan lembaga keagamaan lainnya, Muhammadiyah.

“NU ini agak kurang beruntung dibanding Muhammadiyah, karena Muhammadiyah bisa bebas mengambil jarak dari kompetisi semacam ini. NU ini, mau lari pun dikejar-kejar,” ujar Gus Yahya dalam sebuah acara di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari tempo.co, Sabtu (6/8/2022).

Gus Yahya berharap semua pihak nantinya tidak menggunakan politik identitas sebagai senjata untuk memenangkan Pemilu 2024 dan Pilpres 2024. Secara khusus, Yahya berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang menarik-narik NU dalam gelanggang politik.

“Kami sebetulnya sangat berharap bahwa dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata,” ujar dia.

Sebagai lembaga keagamaan terbesar di Indonesia, suara lembaga pimpinan GUs Yahya Cholil Staquf memang kerap menjadi rebutan para kontestan pemilu. Menjelang Pemilu 2024 dan Pilpres 2024 kali ini saja, sejumlah pihak mengklaim telah mendapatkan mandat dari para kiai NU untuk maju sebagai calon presiden. Salah satunya adalah Muhaimin Iskandar, ketua umum PKB, yang mendeklarasikan dir sebagai calon presiden Pemilu 2024.

“Jadi sebuntu apapun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kami mohon betul, supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata. Apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU,” tutur Gus Yahya.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Muhammadiyah Abdul Mu’ti menimpali pernyataaan Yahya dengan kelakar.

“Kalau NU ditarik-tarik itu memang sudah sesuai karena (lambang) NU itu bintangnya ada sembilan, sehingga bintang itu ke mana kita memang tidak tahu. Nah, Muhammadiyah tidak bisa ditarik-tarik karena memang sedikit dan mataharinya cuma satu,” ujar dia sambil tertawa.

sumber : tempo.co

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mbah Majid Menganti : Gerbong Kereta Yang Ditunggu Dalam Pertempuran 10 November Di Surabaya

10 Agustus 2022 - 06:23 WIB

Disdukcapil Serahkan Akta Kematian Rois Syuriah NU Bulungan yang Wafat Saat Haji

26 Juli 2022 - 04:35 WIB

Haji dan Perjumpaan Manusia se-Jagad 

15 Juli 2022 - 02:06 WIB

Ka'bah

Rois Syuriah NU Bulungan Wafat Jelang Wukuf di Arafah

2 Juli 2022 - 07:47 WIB

Selamat Jalan Habib Abu Khodimul Majlis Macan

29 Mei 2022 - 03:29 WIB

“Maling Istimewa” yang Datang di Hari Raya

30 April 2022 - 02:45 WIB

Trending di Kyaiku
%d blogger menyukai ini: