Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 6 Agu 2016 05:05 WIB ·

Pokoke Mondok Jadi Program Unggulan Ranting NU Sukodono


 Pokoke Mondok Jadi Program Unggulan Ranting NU Sukodono Perbesar

pokoke mondok nu jepara
JEPARA – Pokoke Mondok jadi program kerja unggulan NU Ranting Desa Sukodono Kecamatan Tahunan, Jepara. Hal itu disampaikan Syafi’il Anam, ketua Tanfidziyah NU Ranting Desa Sukodono, Jumat (6/8), dalam acara pelantikan dan halalbihalal di serambi Masjid Baitul Muqorrobin Desa Sukodono, Tahunan.  
“Walaupun kami baru dilantik oleh pengurus cabang, tapi program kerja kami sudah berjalan,” kata Syafi’il Anam. Ada 27 anak kurang mampu yang sudah dipondokkan keluar dari desa Sukodono. Juga beasiswa untuk anak-anak di Madrasah Diniyah seSukodono. Program ini terlaksana  atas kepedulian pengutus ranting terhadap pendidikan anak-anak yang minat sekolahnya tinggi tapi tidak punya cukup biaya.
Desa Sukodono, menurut Petinggi Desa Sukodono Sagiman, karakteristik warganya berbeda dengan desa-desa di Kabupaten Jepara. “Di sini (Sukodono-Red) warga butuh keteladan tokoh, tidak hanya sekadar bicara,” ujarnya di hadapan tamu yang hadir. Sagiman mencontohkan, apabila ada undangan di balai desa dia yang datang paling dulu.
Pelantikan pengurus NU Ranting Desa Sukodono dilakukan Sekretaris PCNU Kabupaten Jepara, Ulul Absor dan disaksikan Ketua Tanfidziyah PCNU KH Hayatun Abdullah Hadziq (Gus Yatun). Hadir dalam pertemuan ini pengurus MWC NU dan seluruh NU ranting se-Kecamatan Tahunan.
Ali Masykur, rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Tahunan mengajak pengurus NU ranting di desa untuk lebih aktif lagi dalam pertemuan rutin MWC yang dilaksanakan setiap Jumat Pahing. Harapannya masing-masing ranting dapat menyampaikan permasalahan yang terjadi di desa masing-masing.
Dalam pengarahannya, Gus Yatun mengajak seluruh pengurus NU agar dapat memberi contoh yang baik terlebih dahulu, baik dalam tutur kata ataupun perilaku, karena tokoh-tokoh NU menjadi panutan masyarakat. “Kita harus mampu menjadi  uswatun hasanah (suri tauladan-Red). Jika tidak dimulai dari diri kita (pengurus-Red), siapa lagi?,” tuturnya. Acara di serambi masjid ini diakhiri dengan halabihalal dan shalat ashar berjamaah. (ms)
Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar