Menu

Mode Gelap
Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I

Kabar · 14 Agu 2019 07:22 WIB ·

Radikalisme Musuh Bersama, Anak Muda Harus Waspada


 Radikalisme Musuh Bersama, Anak Muda Harus Waspada Perbesar

Dialog Interaktif “Save Youth From Radicalization) PMII Cabang Jepara. (Foto: NU Jepara)

nujepara.or.id – Pengurus PMII Cabang Jepara masa khidmah 2019 – 2020 resmi dilantik oleh Ketua Umum PB PMII yang berlangsung di Aula Perpustakaan Unisnu Jepara, Sabtu (10/8/2019) siang.

Pelantikan juga diisi Dialog Interaktif bertajuk “Save Youth From Radicalization” yang menghadirkan 2 narasumber Ketua MUI Jepara H Masyhudi dan Kasat Intelkam Polres Jepara Adi Purnomo serta Rektor Unisnu Jepara H Sa’dullah Assa’idi yang didaulat menyampaikan keynote speaker.

Masyhudi dalam paparannya menyampaikan bahwa radikalisme adalah musuh bersama. Kepada mahasiswa ia menyebut anak muda adalah sasaran gerakan radikal karena mereka tergolong masih labil.

“37% radikalisme dilakukan oleh teman muda karena pola hidup mereka masih labil,” katanya yang juga pengasuh Pesantren Ummul Qura Pecangaan Jepara ini.

Selain dilakukan oleh anak muda sebenarnya munculnya radikalisme dan terorisme lanjutnya karena kesenjangan (gap) kaya dan miskin, faktor politik, budaya dan pendidikan. “Adapun faktor ekonomi menjadi dominan,” lanjutnya.

Untuk itu terang akademisi UIN Walisongo itu perlunya menebarkan dakwah yang santun. Di samping itu juga generasi juga harus membekali dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Hal lain ditambahkan Kasat Intelkam Polres Jepara, Adi Purnomo. Menurutnya, untuk meminimalisir radikalisme melalui berbagai tahapan. Dari tahapan pemetaan, pembinaan penyuluhan di sekolah maupun kampus, juga cyber, patroli dunia maya jika pihaknya menemukan hal-hal yang mengarah ke radikalisme maka pihaknya berupaya melakukan gerakan untuk meminimalisir hal tersebut. Juga lanjut Adi perlu kerjasama dengan pemerintah, ulama dan stake holder yang lain.

Sementara Rektor Unisnu Jepara, H. Sa’dullah Assa’idi mengungkapkan dengan pembudayaan agama misalnya dengan maulid, diba’, manaqib dan tradisi aswaja NU yang lain merupakan alat yang cukup ampuh untuk memfilter arus radikalisme dan terorisme.

Hadir dalam kegiatan Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang, PKC PMII Jawa Tengah, IKA PMII Jepara, dan perwakilan PMII dari Semarang, Grobogan, Kudus, dan Blora. (ip)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

18 September 2026 - 10:23 WIB

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan

18 September 2026 - 10:15 WIB

Panggung Sandiwara Kehidupan: Di Mana Akhir Perburuan Kita?

15 September 2026 - 21:34 WIB

Trending di Kabar