Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 14 Agu 2019 07:22 WIB ·

Radikalisme Musuh Bersama, Anak Muda Harus Waspada


 Radikalisme Musuh Bersama, Anak Muda Harus Waspada Perbesar

Dialog Interaktif “Save Youth From Radicalization) PMII Cabang Jepara. (Foto: NU Jepara)

nujepara.or.id – Pengurus PMII Cabang Jepara masa khidmah 2019 – 2020 resmi dilantik oleh Ketua Umum PB PMII yang berlangsung di Aula Perpustakaan Unisnu Jepara, Sabtu (10/8/2019) siang.

Pelantikan juga diisi Dialog Interaktif bertajuk “Save Youth From Radicalization” yang menghadirkan 2 narasumber Ketua MUI Jepara H Masyhudi dan Kasat Intelkam Polres Jepara Adi Purnomo serta Rektor Unisnu Jepara H Sa’dullah Assa’idi yang didaulat menyampaikan keynote speaker.

Masyhudi dalam paparannya menyampaikan bahwa radikalisme adalah musuh bersama. Kepada mahasiswa ia menyebut anak muda adalah sasaran gerakan radikal karena mereka tergolong masih labil.

“37% radikalisme dilakukan oleh teman muda karena pola hidup mereka masih labil,” katanya yang juga pengasuh Pesantren Ummul Qura Pecangaan Jepara ini.

Selain dilakukan oleh anak muda sebenarnya munculnya radikalisme dan terorisme lanjutnya karena kesenjangan (gap) kaya dan miskin, faktor politik, budaya dan pendidikan. “Adapun faktor ekonomi menjadi dominan,” lanjutnya.

Untuk itu terang akademisi UIN Walisongo itu perlunya menebarkan dakwah yang santun. Di samping itu juga generasi juga harus membekali dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Hal lain ditambahkan Kasat Intelkam Polres Jepara, Adi Purnomo. Menurutnya, untuk meminimalisir radikalisme melalui berbagai tahapan. Dari tahapan pemetaan, pembinaan penyuluhan di sekolah maupun kampus, juga cyber, patroli dunia maya jika pihaknya menemukan hal-hal yang mengarah ke radikalisme maka pihaknya berupaya melakukan gerakan untuk meminimalisir hal tersebut. Juga lanjut Adi perlu kerjasama dengan pemerintah, ulama dan stake holder yang lain.

Sementara Rektor Unisnu Jepara, H. Sa’dullah Assa’idi mengungkapkan dengan pembudayaan agama misalnya dengan maulid, diba’, manaqib dan tradisi aswaja NU yang lain merupakan alat yang cukup ampuh untuk memfilter arus radikalisme dan terorisme.

Hadir dalam kegiatan Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang, PKC PMII Jawa Tengah, IKA PMII Jepara, dan perwakilan PMII dari Semarang, Grobogan, Kudus, dan Blora. (ip)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar