Menu

Mode Gelap
Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

Kabar · 16 Mei 2023 06:01 WIB ·

Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92


 Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92 Perbesar

nujepara.or.id – Ribuan orang memadati halaman Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Masalikil Huda Tahunan untuk mengikuti peringatan malam puncak Hari Lahir (harlah) madrasah yang ke-92 dan Haul Masyayikh, Senin (15/5/2023).

Seperti diketahui, acara puncak harlah Masalikil Huda yang ke- 92 ini adalah rangkaian acara yang sebelumnya di awali dengan kegiatan lomba-lomba antar sekolahan.

Acara yang bertajuk “Masalikil Huda Bersholawat” ini dihadiri Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftachul Akhyar dan Habib Muhammad bin Salim.

Hadir pula Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah PCNU Kabupaten Jepara, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah MWC NU Tahunan, Forkopimda, serta Ketua Umum YPI Masalikil Huda H. Adri Abdurrahman beserta jajaran pengurus.

Di hadapan ribuan jamaah, KH. Miftachul Akhyar memperingatkan bahwa zaman fitnah sudah sangat meresahkan dan sangat melekat seperti pakaian.

“Orang tua menghabiskan masa tuanya dengan fitnah, anak-anak muda tumbuh dalam fitnah. Bahkan saat ini, manakala ada ulama yang mengajak untuk meninggalkan fitnah malah dituduh bid’ah”, kata Kiai Miftachul Akhyar dalam tausiyahnya.

Lebih lanjut Kiai Miftachul Akhyar mengatakan, jika fitnah diibaratkan seperti pakaian yang melekat, maka keseharian kita akan dipenuhi dengan fitnah.

Hal ini seperti yang pernah didawuhkan oleh Sohabat Abdullah bin Mas’ud pada masa awal-awal Islam.

“Manakala ulama’-ulama’nya banyak yang sudah meninggal dunia, maka yang muncul adalah orang-orang ‘bodoh”. Bodoh dalam memahami agama, bodoh dalam menyikapi hidup, meskipun gelarnya berderet-deret,” lanjut Kiai Miftah.

Kiai Miftah juga mengingatkan bahwa pendiri Madrasah Masalikil Huda, KH Abu Syuja’ telah mempersiapakan sebuah lembaga pendidikan agama Islam yang baik. Acara kemudian ditutup dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Habib Muhammad bin Salim beserta grup rebananya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

PCNU Jepara Buka Posko Peduli Bencana 2026, Tingkatkan Sinergi untuk Penanggulangan Bencana

13 Januari 2026 - 19:11 WIB

Haul Gus Dur ke-16 dan Harlah NU ke-103 Digelar di Pusat Pemerintahan Jepara, Teguhkan Persatuan dan Komitmen Kebangsaan

9 Januari 2026 - 14:47 WIB

Tahun 2026 Bakal Muncul 4 Gerhana Matahari dan Bulan

8 Januari 2026 - 16:43 WIB

Praktikum Haji, Prodi PAI UNISNU Jepara Gelar Manasik di Wisata Edukasi Religi Boyolali

8 Januari 2026 - 16:24 WIB

Trending di Kabar