Menu

Mode Gelap
Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

Hujjah Aswaja · 2 Jul 2022 07:47 WIB ·

Rois Syuriah NU Bulungan Wafat Jelang Wukuf di Arafah


 Rois Syuriah NU Bulungan Wafat Jelang Wukuf di Arafah Perbesar

nujepara.or.id – Rois Syuriah NU Ranting Bulungan KH Mohammad Rodli Tamim Al Hafidz wafat saat menunaikan ibadah haji di Makkah Al Mukaromah, Jumat (1/7). Kyai Rodhi wafat jelang pelaksanaan wukuf di Arafah.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Insyaallah husnul khotimah. Beliau ini teman mondok saya di Banyuwangi. Semoga warga NU khususnya di Desa Bulungan bisa meneruskan perjuangan Kyai Rodhi,” kata Katib Syuriah PCNU Jepara Kyai Nashrullah Huda.

Jemaah haji Kabupaten Jepara semula 524 orang. Selain itu juga ada tiga orang Pembimbing Haji Daerah dan KBIHU. 
Dari jumlah itu, satu jemaah haji meninggal dunia sebelum berangkat. Sehingga masih 523 orang. Dan dengan meninggalnya Kyai Rodhi di Makkah, maka kini tinggal 522 jemaah dan 3 pembimbing daerah dan KBIHU.

Kepala Dinas Kesehatan Kabaupaten (DKK) Jepara dr Eko Cahyo Puspeno mengatakan dari laporan tim kesehatan, Kyai Rodli masih berinteraksi dengan istri pada Jumat pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Saat itu, Kyai Rodhi ingin ke kamar mandi. Setelah itu, Kyai Rodhi tidur lagi tanpa keluhan.

“Pukul 2.35 WAS istri mengecek jamaah untuk ingatkan sholat. Namun jamaah sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar dr Eko dikutip dari Suara Merdeka.

Lalu, istri Kyai Rodhi melapor ke Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 3, pukul 2.38. TKH langsung merespon ke kamar jemaah dan memastikan tanda kematian, pupil midriasis 02.40 WAS.

Lalu, pada 02.45 WAS : TKH melapor ke EMT Sektor 4. Dan 02.47 WAS  EMT menuju ke kamar dan memastikan bahwa jemaah sudah meninggal. Setelah ada kepastian, kabar itu diteruskan ke sektor untuk mengurus administrasi kematian jemaah. Jenazah, dimakamkan hari itu juga di pemakaman Syaro’i, Makkah.

“Jemaah tersebut sudah ada indikasi terkena diabetes melitus (DM), sakit jantung, dan stroke,” ujarnya.

Petugas haji Kloter 3, KH Hisam Zamroni menambahkan, selama ini almarhum dikenal sebagai orang sangat baik. Sebelum meninggal, beberapa hari sebelumnya sudah pernah mendapatkan perawatan rumah sakit.

‘’Kami sangat kehilangan orang yang sangat baik. Beliau hafidz, banyak memberikan teladan yang baik dalam,’’ kata Hisam.
Menurut Hisam jelang pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah, pihaknya selalu menekankan pesan agar jemaah melakukan persiapan. Tak kalah pentingnya menjaga kesehatan. 

“Mohon doanya dari agar jemaah haji asal Jepara mampu melaksanakan ritual ibadah dengan lancar. Dan kembali ke Tanah Air dengan selamat serta meraih haji yang mabrur,” harap Kyai Hisam. (MO).

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

27 Maret 2026 - 08:26 WIB

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan

Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

19 Maret 2026 - 08:46 WIB

Rau Launching Mobil Layanan Ummat

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan
Trending di Kabar