Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Kabar · 15 Mar 2021 01:15 WIB ·

Sejak 2018, Ansor Pekalongan Budidaya Lele


 Sejak 2018, Ansor Pekalongan Budidaya Lele Perbesar

Budidaya lele PR GP Ansor Pekalongan Batealit, Jepara. (Foto: Istimewa)

nujepara.or.id – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Pekalongan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara selain aktif dengan kegiatan sosial kemasyarakat juga getol dengan pergerakan perekonomian.

Sejak Desember tahun 2018 silam Ansor Ranting yang berada di wilayah Kecamatan Batealit itu merintis budidaya lele. Dipilihnya budidaya tersebut mengingat lele mudah dalam perawatan dan juga tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga. Lele juga secara umum masih menjadi menu yang dipilih oleh masyarakat.

Wakil Ketua bidang Perekonomian Ansor Pekalongan, Rugito mengatakan di awal periode pihaknya mempunyai satu kolam saja. Sekarang berjumlah 5 kolam.

Dikatakan Rugito, untuk pembibitan/ ternak memang tidak dilakukan karena butuh tenaga ekstra. Jadi untuk bibit membeli dari peternak.

Hingga tahun ini sudah panen 11 kali. “Penjualan didominasi tengkulak (bakul), sebagian penjualan ke masyarakat yang sengaja datang untuk membeli,” jelasnya.

Untuk harga jual ditambahkan Rugito, ke tengkulak Rp18.000/ kg sedangkan harga ecer ke masyarakat Rp20.000/ kg. Untuk omzet panen satu kolam mencapai Rp1.500.000. Adapun kolam lain belum panen karena tergolong baru.

Ketua PR GP Ansor Pekalongan, Ali Murtadlo mengemukakan budidaya lele merupakan upaya membangun organisasi yang kuat dalam pergerakan dan kuat dalam perekonomian.

Di samping itu ada anggota Ansor yang mempunyai keterampilan dalam budidaya lele. “Maka kami memasukkan daftar list kegiatan dalam divisi perekonomian,” jelasnya.

Pihaknya berharap kedepan kemandirian organisasi semakin terwujud. “Harapannya lagi adalah dapat membantu yatama, dluafa, maupun kegiatan sosial lain dengan omzet yang kami peroleh,” pungkasnya. (sm)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Trending di Bahtsul Masail