Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Kabar · 1 Mar 2020 00:20 WIB ·

Selapanan Ahad Legi, Lazisnu Bangsri 1 Santuni Dhuafa


 Selapanan Ahad Legi, Lazisnu Bangsri 1 Santuni Dhuafa Perbesar

Ketua MWCNU Bangsri, H. Muh. Ihsan memberikan santunan untuk Dhuafa. (Foto: Faizin)

nujepara.or.id – Pimpinan Ranting Lazisnu Desa Bangsri 1 Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara memberikan santunan kepada kaum dhuafa. Santunan diberikan 10 dhuafa bersamaan Pengajian Selapanan Ahad Legi Pengurus Ranting NU Ranting Bangsri 1 berlangsung di Masjid An Nur Bangsri, Sabtu (29/2/2020) malam.

Santunan diberikan Ketua MWCNU Bangsri, H. Muh. Ihsan, sejumlah alim ulama, pengurus NU dan Lazisnu Ranting Bangsri 1.

Koordinator PR Lazisnu Bangsri 1, Abdus Suud mengatakan santunan untuk dhuafa akan menjadi agenda rutin selapanan bersamaan dengan Selapanan Ahad Legi. Dikatakannya Lazisnu Bangsri 1 meliputi 10 RW yang ada di Desa Bangsri.

Meski baru berjalan 10 bulan, pihaknya sudah menjalankan program di antaranya Santunan untuk Dhuafa, Santunan Kematian, dan lain-lain. Selain menjalankan program rutin yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan pihaknya juga akan memaksimalkan koin NU.

“Agar program Lazisnu Bangsri 1 berjalan lancar kami melaksanakan konsolidasi rutin dan memaksimalkan pengumpulan koin Lazisnu,” paparnya.

Kegiatan Pengajian Selapanan Ahad Legi putaran pertama juga dihadiri Habib Muhammad Alatas bersama grup hadrah yang dipimpinnya. Hadir juga Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq.

Dalam mauidlahnya Kiai Hayatun mengajak pengurus NU, Banom, dan lembaganya untuk menjaga masjid jangan sampai diambil alih selain NU. “Masjid-masjid yang masih kosong kita isi dengan-kegiatan yang sesuai dengan paham kita,” tandasnya.

Sehingga kiai yang akrab disapa Mbah Yatun agar masjid-masjid tidak digashab itu menjadi tugas pengurus . “Makanya tugas pengurus itu ngurusi bukan diurusi,” pungkasnya. (ip)  

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar