Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 1 Mar 2020 00:20 WIB ·

Selapanan Ahad Legi, Lazisnu Bangsri 1 Santuni Dhuafa


 Selapanan Ahad Legi, Lazisnu Bangsri 1 Santuni Dhuafa Perbesar

Ketua MWCNU Bangsri, H. Muh. Ihsan memberikan santunan untuk Dhuafa. (Foto: Faizin)

nujepara.or.id – Pimpinan Ranting Lazisnu Desa Bangsri 1 Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara memberikan santunan kepada kaum dhuafa. Santunan diberikan 10 dhuafa bersamaan Pengajian Selapanan Ahad Legi Pengurus Ranting NU Ranting Bangsri 1 berlangsung di Masjid An Nur Bangsri, Sabtu (29/2/2020) malam.

Santunan diberikan Ketua MWCNU Bangsri, H. Muh. Ihsan, sejumlah alim ulama, pengurus NU dan Lazisnu Ranting Bangsri 1.

Koordinator PR Lazisnu Bangsri 1, Abdus Suud mengatakan santunan untuk dhuafa akan menjadi agenda rutin selapanan bersamaan dengan Selapanan Ahad Legi. Dikatakannya Lazisnu Bangsri 1 meliputi 10 RW yang ada di Desa Bangsri.

Meski baru berjalan 10 bulan, pihaknya sudah menjalankan program di antaranya Santunan untuk Dhuafa, Santunan Kematian, dan lain-lain. Selain menjalankan program rutin yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan pihaknya juga akan memaksimalkan koin NU.

“Agar program Lazisnu Bangsri 1 berjalan lancar kami melaksanakan konsolidasi rutin dan memaksimalkan pengumpulan koin Lazisnu,” paparnya.

Kegiatan Pengajian Selapanan Ahad Legi putaran pertama juga dihadiri Habib Muhammad Alatas bersama grup hadrah yang dipimpinnya. Hadir juga Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq.

Dalam mauidlahnya Kiai Hayatun mengajak pengurus NU, Banom, dan lembaganya untuk menjaga masjid jangan sampai diambil alih selain NU. “Masjid-masjid yang masih kosong kita isi dengan-kegiatan yang sesuai dengan paham kita,” tandasnya.

Sehingga kiai yang akrab disapa Mbah Yatun agar masjid-masjid tidak digashab itu menjadi tugas pengurus . “Makanya tugas pengurus itu ngurusi bukan diurusi,” pungkasnya. (ip)  

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar