Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Hujjah Aswaja · 15 Apr 2022 18:34 WIB ·

Syair Aqoid Seket : Pembelajaran Tauhid Bulan Ramadhan Secara Kultural


 Syair Aqoid Seket : Pembelajaran Tauhid Bulan Ramadhan Secara Kultural Perbesar

nujepara.or.id – Ramadhan memberikan kenangan indah dalam membentuk mindset masyarakat dalam kehidupan sehari hari yaitu berupa “pembisaaan diri” yang baik seperti “nembang” syair aqoid seket setelah melaksanakan shalat terawih.

Syair aqoid seket adalah tembang tentang sifat-sifat wajib, sifat muhal Gusti Allah SWT dan sifat sifat Nabi yang ditembangkan bersama sama dengan “cengkok” jawa yang khas setelah shalat tarawih sehingga merefresh kembali ingatan masyarakat tentang pentingnya mengetahui keberadaan Tuhan-nya.

Syair aqoid seket ini juga sebuah model pembelajaran sosial yang efektif dan efisien karena langsung menyentuh di tataran masyarakat melalui kegiatan bersama dengan satu tujuan yaitu memahami tentang Tuhan dan Nabinya dengan tembang yang sehari hari sangat familiar di telinga masyarakat.

Syair aqoid seket menjadi sebuah identity masyarakat yang berkebudayaan dimana tembang aqoid seket memberikan internalisasi jiwa masyarakat sehingga tercipta sebuah “moralitas ilahiyyat” yaitu penjiwaan prilaku sosial yang “terpancar” dari sifat sifat ke-Tuhan-an yang mempengaruhi prilaku dalam kehidupan sehari hari.

Cara mengisi bulan Ramadhan untuk mengaji dan tholabul ilmi nampaknya zaman dahulu memiliki methode pembelajaran yang aplikatif dan mudah dilaksanakan yang sesuai dengan kemampuan “aqal” masyarakat saat itu. Hal ini memberikan inspirasi kepada kita untuk melakukan hal sama dalam upaya pembelajaran sosial kepada generasi millenial agar penyampaian tentang ke-islam-an dapat diterima dengan mudah, cerah ceria dan bahagia.

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni
Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 321 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kemerdekaan ke-81 dan Nasionalisme Baru: Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

4 Agustus 2026 - 10:14 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara
Trending di Hujjah Aswaja