Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

Hujjah Aswaja · 25 Des 2022 13:58 WIB ·

Teladani Gus Dur, Ini yang Dilakukan NU Jepara


 Teladani Gus Dur, Ini yang Dilakukan NU Jepara Perbesar

nujepara.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Doa Bersama dan Peringatan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-13, Sabtu (24/12/2022) malam. Kegiatan yang diadakan di aula PCNU Jepara ini diikuti para pengurus lembaga, badan otonom serta warga umum.

Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rochman mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mengenang sosok Ketua Umum PBNU dan sekaligus Presiden RI ke-4 tersebut. Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud kecintaan dan sekaligus upaya meneladani warisan pemikiran hingga sikap Gus Dur baik terkait keislaman, kemanusiaan, keindonesiaan dan aspek lainnya.

Soal penguasaan ilmu agama, kealiman Gus Dur tak perlu diragukan. Tak heran jika banyak yang meyakini jika Gus Dur merupakan salah satu dari waliyullah. Tak heran jika hingga kini, makam Gus Dur selalu didatangi oleh para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Mari kita meneladani teladan yang diwariskan Gus Dur. Berkhidmah di NU itu juga diajarkan Gus Dur. Niatnya tentu saja li’ilai kalimatillah,” ujar Kiai Charis Rohman.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Jepara KH Hayatun Nufus mengatakan sosok Gus Dur memang istimewa. Gus Dur tidak hanya dicintai semasa masih hidup, namun juga saat sudah meninggal dunia. Mereka yang mencintai dan meneladani Gus Dur tak hanya warga NU saja, namun lintas latar belakang hingga agama.

Gus Yatun tergolong dekat dengan Gus Dur. Saat Gus Dur masih hidup, Gus Yatun ikut dalam berbagai kegiatan yang digerakkan cucu pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari tersebut. Baik terkait kegiatan sosial kemasyarakatan keagamaan hingga aktivitas perpolitikan. 

Menurut Gus Yatun, Gus Dur memang fenomenal, tidak hanya saat hidup bahkan ketika sudah meninggal dunia. Lazimnya saat jenazah disalati, yang mensalatkan menghadap kiblat. Namun karena saking banyaknya orang yang mau mensalati, masjid penuh sesak.

“Akhirnya dari berbagai penjuru arah angin ada yang mensalatkan, jadi mirip seperti Ka’bah,” kelakar Gus Yatun mengenang Gus Dur.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

19 April 2026 - 18:37 WIB

Trending di Gayeng