Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 12 Mar 2023 03:08 WIB ·

Terbang Telon Syaroful Anam, Nguri-nguri Tradisi Warisan Walisongo Lewat Seni Budaya


 Terbang Telon Syaroful Anam, Nguri-nguri Tradisi Warisan Walisongo Lewat Seni Budaya Perbesar

nujepara.or.id – Kegiatan pra haflah akhirussanah Pondok Pesantren Salafiyah Annur Mangunan Tahunan Jepara Jum’at (10/3/2023) malam terasa khidmat.

Kegiatan ini terasa syahdu dengan gelaran Terbang Telon “Syaroful Anam” yang dibentuk pada tahun 2015 oleh KH Muhammad Rusydi, pengasuh Pondok Pesantren Alhuda Demangan Tahunan Jepara dan diketuai oleh Mbah Sanimin yang juga Wakil Syuriyah NU Ranting Mangunan.

Terbang telon “Syaroful Anam” adalah sebuah seni klasik tinggalan Walisongo yang berisi ungkapan cinta Nabi, pujian pada Nabi, siroh Nabi, bertawasul dan munajat mengadukan kebutuhan pada Allah swt dengan diiringi musik terbang telon.

Grup terbang telon ini beranggotakan 12 orang yang usianya sudah di atas 55 tahun. Mereka berasal dari tiga desa di Jepara. Rinciannya lima orang dari Desa Demangan, empat orang dari Desa Platar dan tiga orang dari Desa Mangunan.

Salah seorang anggota Terbang telon “Syaroful Anam” Nurul Athhar mengatakan kegiatan terbang telon diadakan dua pekan sekali, tiap Ahad malam. Kegiatan itu diwadahi lewat idaroh dari satu masjid ke masjid lainnya.

Tujuannya selain untuk memakmurkan masjid juga mensyi’arkan sholawat di tengah masyarakat yang semakin jauh dari tuntunan syariat.

“Karena ini untuk kebaikan umat maka akan terus kita lestarikan. Harapannya bisa terus berkembang, tak hanya masjid tapi juga lainnya,” tuturnya.

Salah satu guru Pondok Pesantren Annur, Ustadz Musa mengatakan kalangan ponpes juga mesti ikut bertanggungjawab merawat dan nguri-nguri tradisi tinggalan Walisongo ini. Ponpes Annur sendiri ikut melestarikan tradisi turun temurun itu.

Salah satu caranya dengan mengadakan kegiatan terbang telon di tiap even kepesantrenan.

“Selain nguri-nguri tradisi ini juga untuk menumbuhkan mahabbah pada Nabi Muhammad SAW,” tandas Ustaz Musa.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar