Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Kabar · 12 Mar 2023 03:08 WIB ·

Terbang Telon Syaroful Anam, Nguri-nguri Tradisi Warisan Walisongo Lewat Seni Budaya


 Terbang Telon Syaroful Anam, Nguri-nguri Tradisi Warisan Walisongo Lewat Seni Budaya Perbesar

nujepara.or.id – Kegiatan pra haflah akhirussanah Pondok Pesantren Salafiyah Annur Mangunan Tahunan Jepara Jum’at (10/3/2023) malam terasa khidmat.

Kegiatan ini terasa syahdu dengan gelaran Terbang Telon “Syaroful Anam” yang dibentuk pada tahun 2015 oleh KH Muhammad Rusydi, pengasuh Pondok Pesantren Alhuda Demangan Tahunan Jepara dan diketuai oleh Mbah Sanimin yang juga Wakil Syuriyah NU Ranting Mangunan.

Terbang telon “Syaroful Anam” adalah sebuah seni klasik tinggalan Walisongo yang berisi ungkapan cinta Nabi, pujian pada Nabi, siroh Nabi, bertawasul dan munajat mengadukan kebutuhan pada Allah swt dengan diiringi musik terbang telon.

Grup terbang telon ini beranggotakan 12 orang yang usianya sudah di atas 55 tahun. Mereka berasal dari tiga desa di Jepara. Rinciannya lima orang dari Desa Demangan, empat orang dari Desa Platar dan tiga orang dari Desa Mangunan.

Salah seorang anggota Terbang telon “Syaroful Anam” Nurul Athhar mengatakan kegiatan terbang telon diadakan dua pekan sekali, tiap Ahad malam. Kegiatan itu diwadahi lewat idaroh dari satu masjid ke masjid lainnya.

Tujuannya selain untuk memakmurkan masjid juga mensyi’arkan sholawat di tengah masyarakat yang semakin jauh dari tuntunan syariat.

“Karena ini untuk kebaikan umat maka akan terus kita lestarikan. Harapannya bisa terus berkembang, tak hanya masjid tapi juga lainnya,” tuturnya.

Salah satu guru Pondok Pesantren Annur, Ustadz Musa mengatakan kalangan ponpes juga mesti ikut bertanggungjawab merawat dan nguri-nguri tradisi tinggalan Walisongo ini. Ponpes Annur sendiri ikut melestarikan tradisi turun temurun itu.

Salah satu caranya dengan mengadakan kegiatan terbang telon di tiap even kepesantrenan.

“Selain nguri-nguri tradisi ini juga untuk menumbuhkan mahabbah pada Nabi Muhammad SAW,” tandas Ustaz Musa.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Trending di Kabar