Menu

Mode Gelap
Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara Buku Kita : Mawa’idh Qur’aniyyah Ulama Nusantara Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

Headline · 24 Mei 2024 18:04 WIB ·

Ngaji Kitab Kifayatul Atqiya’: Menggapai Derajat Taqwa


 Ngaji Kitab Kifayatul Atqiya’: Menggapai Derajat Taqwa Perbesar

Oleh: Roshif Arwani

nujepara.or.id- Sebuah nadhoman atau syair yang termuat di dalam kitab Kifayatul Atqiya’ menjelaskan tentang arti taqwa, dan kerugian bagi yang menjauhinya. Nadhoman tersebut berbunyi:

تقوي الاله مدار كل سعادة ( 3 )
وتباع اهواء راءس شر حبائلا

Taqwa itu pokoknya segala beruntung (3)
Ikut hawa sumber jahat jadi buntung

Arti nadhoman tersebut menjelaskan bahwa taqwa pada Alllah SWT (mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya) merupakan pokok segala keberuntungan dan merupakan sumber kebahagiaan dunia ahirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah pokok segala kejahatan dan kemungkaran serta sumber kehancuran juga sebagai jaring perangkap yang dipasang oleh setan.

Taqwa adalah mengerjakan perintah perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan-Nya secara dhohir bathin dengan disertai rasa takdim dan rasa takut kepada-Nya.

Sebagian Ulama’ mendifinisikan Taqwa adalah Menjauhi sesuatu selain Allah SWT. Abu Abdullah RA berkata ” Taqwa yaitu: menjauhi sesuatu yang bisa menjauhkan diri dari Allah SWT “. Sebagian ulama’ berkata: “barang siapa yang menghendaki sahnya taqwa maka tinggalkanlah semua dosa”.

Taqwa merupakan sumber kebahagiaan dunia ahirat serta penolak kesialan dan kehancuran dunia ahirat, dengan demikian maka ketahuilah bahwa: Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang bertaqwa, Ilmu laduni diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang bertaqwa, selamat dari neraka karena taqwa, keluar dari kesulitan karena taqwa, datangnya rizqi tak terduga karena taqwa, dipermudah semua masalah karena taqwa, dilipatgandakan pahalanya karena taqwa, surga diberikan oleh Allah kepada orang yang bertaqwa, memiliki keramat didunia dan akhirat karena taqwa.

Sementara ‘hawa’ adalah kecondongan nafsu pada sesuatu yang bertentangan dengan syari’at.
Nafsu adalah keinginan untuk memenuhi kesenangan. Hawa nafsu menurut Ibnu Qoyyim adalah kecondongan jiwa pada sesuatu yang selaras dengan keinginan.

Imam Sahal bin Abdullah berkata: “Tidak ada penolong kecuali Allah SWT, tidak ada dalil ( petunjuk) kecuali Rasulullah SAW, tidak ada bekal kecuali taqwa dan tidak ada amal kecuali sabar atas amal. Mari tingkatkan ketaqwa’an kita kepada Allah SWT. Semoga Allah memberikan taufiq, hidayah dan fadhol-Nya kepada kita sehingga kita menjadi hamba-hamba Allah yg bertaqwa, serta terhindar dari pengikut hawa nafsu karena mengikuti hawa akan menolak kebenaran dan mengikuti nafsu akan selalu mengikuti kemaksiatan yang akhirnya akan menjadi orang yang sengsara.

(Penulis adalah pengurus Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah JATMAN MWC NU Tahunan dan Ketua FKPP Jepara).

Artikel ini telah dibaca 995 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

3 Februari 2026 - 16:45 WIB

PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Syariah

2 Februari 2026 - 22:06 WIB

PCNU Jepara Kembali Salurkan Bantuan, 1.400 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Desa Tempur dan Kunir

2 Februari 2026 - 21:54 WIB

Gerakan Wakaf Massal Kec. Pakis Aji: Kalaborasi KUA Pakis Aji, Pemdes Tanjung dan UNISNU Jepara

19 Januari 2026 - 14:36 WIB

PCNU Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Sumberrejo Donorojo

15 Januari 2026 - 09:58 WIB

Trending di Kabar