Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 26 Jan 2025 23:01 WIB ·

Isra’ Mi’raj : Relasi Langit dan Bumi


 Isra’ Mi’raj : Relasi Langit dan Bumi Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id – Isra’ Mi’raj merupakan momentum kesadaran spiritualitas manusia sebagai hamba Tuhan. Juga momentum sebagai manusia yang berkemanusian.

Isra’ Mi’raj menghasilkan relasi “langit” di mana manusia sebagai hamba diperkenankan “menyapa” Tuhannya secara langsung. Dan bahkan berasa Tuhan membersamai hamba-Nya secara langsung melalui hasil dari Isra’ Mi’raj yaitu kewajiban menjalankan salat.

Salat adalah relasi dan interaksi seorang hamba dengan Tuhannya tanpa “hijab” yang dilakukan secara khusus baik waktunya maupun tata caranya sehingga memunculkan pencerahan spiritual yang berpengaruh terhadap mentalitas dan karakter hamba – Nya yang tangguh, kuat dan mandiri dalam menghadapi realitas dan tantangan kehidupan sehari hari.

Hal ini bisa berjalan karena dalam sistem hidupnya selalu termanifestasi bahwa Tuhan selalu bersama hamba – Nya.

Selanjutnya, makna Isra’ Mi’raj sebagai “spiritualitas langit” yang akan mempengaruhi perilaku “spiritualitas bumi” yaitu membentuk tatanan hidup yang selaras, damai tentram dan tertib dalam kehidupan bersama di dunia yang termaktub secara apik dalam teks suci.a

Salat sebagai “spiritualitas langit” mampu mencegah perilaku yang keji, buruk dan perbuatan negatif lainnya dalam kehidupan sehari hari.

Dari keterangan di atas, bahwa sungguh, pemaknaan Isra’ Mi’raj menghasilkan perilaku hidup yang berkualitas baik relasi langit dan bumi menjadi seimbang dalam menciptakan harmoni moralitas Ilahiyyat dengan moralitas insaniyyat dalam kehidupan sehari hari sebagai perwujudan tujuan hidup di dunia dan di akhirat yang penuh kebaikan dan mampu terhindar dari patologi sosial. (red)

Artikel ini telah dibaca 272 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail