Menu

Mode Gelap
Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

Opini · 17 Apr 2020 02:37 WIB ·

NU dan Gerakan Global


 NU dan Gerakan Global Perbesar

NU itu fenomenal. Ada yang menarik saat kita amati gerakan NU di masa-masa pageblug global virus corona sekarang  ini khususnya acara yang dihelat secara global atau mendunia tadi malam dengan tema besar “Doa bersama dan Pertaubatan Global.”

NU telah mendahului bergerak lintas batas dunia daripada apa yang selama ini banyak dihalunisasikan yaitu  hanya  ngomong kekuasan  islam politik global oleh sebagian orang. Rasanya ada yang malu ketika para pengusung khilafah dengan jargonnya menguasai dunia dan hanya menyerang sana-sini tapi terkunci rapat tidak bisa berbuat apa pun secara global bahkan terkungkung dalam kebingungannya yang enaknya ngomong mereka; “aku ini bisa apa?” Katanya lagi;  “gue bervisi kekuasaan islam global” tapi kok tidak bisa berbuat apa-apa secara global.

Globalitas ide dan gerakan boleh jadi diawali dari satu titik mercusuar yang meminjam istilah Mc. Luhan adalah Global Village bukan nggladrah dengan harus menyodorkan semua serba global dan dapat dilihat; NU lah  satu titik mercusuarnya yg auranya menetes ke seluruh penjuru dunia. Dalam bahasa jawanya berkahi alam dunyo kabeh.  

Melalui acara global tadi malam yang dihelat oleh NU dan diikuti oleh perwakilan PCINU dari berbagai negara di dunia membuktikan bahwa gerakan NU melampaui halunisasi khilafah yg selama ini digembar-gemborkan oleh sebagian orang yang justru kapasitas keglobalannya dipertanyakan.

Dari sana, kita harus sadar bahwa Indonesia yang secara historis menjadi pilihan founding fathers adalah tidak hanya menjadi realitas komunitas lokal/state tapi lebih dari itu akan merambah menjadi realitas komunitas global sebagaimana step by step NU telah memulainya.

Mengikuti alur pemikirannya Gus Ulil Abshar Abdalla janganlah kita mau dibodoh-bodohi oleh orang justru bodoh.

Saya yakin dengan istikharahnya para masyayikh saat mendirikan NU dan Negara Indonesia,–atas ridho Gusti Allah SWT,–akan menjadi titik mercusuar dunia. Amin Amin Amin.  

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran

12 Juni 2026 - 13:04 WIB

Lampah Samarpan

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

The Root of The Peak dalam Konsep Keilmuan

7 Juni 2024 - 11:08 WIB

Akselerasi Khidmah NU dan Keberjamaahan

17 Februari 2023 - 05:47 WIB

Hari Santri Nasional Dan Pembangunan Peradaban

24 Oktober 2022 - 04:21 WIB

Shiddiqiyah : Thoriqoh Yang Mu’tabar (otoritatif) ataukah yang “nrecel” (Keluar Jalur) ?

15 Juli 2022 - 07:58 WIB

Trending di Kabar