Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Kabar · 7 Okt 2020 00:53 WIB ·

Problem Madrasah Harus Dikaji dan Dicarikan Solusi


 Problem Madrasah Harus Dikaji dan Dicarikan Solusi Perbesar

nujepara.or.id – Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara mengadakan Workshop Upgrading Manajemen Kualitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Madrasah Aliyah Swasta secara hybrid dengan tatap muka dan daring di Kantor Ma’arif, Jalan Ratu Kalinyamat Jepara, Sabtu (26/9) lalu.

Narasumber yang hadir tatap muka di hadapan 86 kepala madrasah aliyah swasta dan ketua yayasan adalah Anggota DPR RI Nusron Wahid, Yayasan Qudsiyah Kudus Najib Hassan, dan Kepala Kemenag Jepara, M. Habib.

Sedangkan yang hadir melalui zoom adalah Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Ali Ramdani, Kasubdit Kelembagaan Ditjen Pendis Kemenag RI Dr. Abdullah Faqih, serta praktisi pendidikan dan founder Sekolahmu, Najeela Shihab.

Dalam pengantarnya, Ketua PC LP Ma’arif NU Jepara Fathul Huda menegaskan komitmennya untuk menyusun roadmap madrasah aliyah unggulan agar bisa menembus 7 perguruan tinggi unggulan yang berpengaruh di Indonesia.

“Untuk itu, kami menggandeng NW Indonesia Foundation yang digawangi Nusron Wahid untuk bersinergi mewujudkan hal itu, minimal di wilayah Kuramak, Kudus, Jepara dan Demak,” ujar Huda, Senin (28/9).

Sementara itu anggota DPR RI Nusron Wahid dalam brainstormingnya menyebut ada 6 permasalahan mendasar di madrasah aliyah swasta dan yayasan milik warga NU.

“Pertama, pengelolaan madrasah dan yayasan apa adanya. Yang penting jalan, ada guru, ada murid dan ada kelas,” kata Nusron.

Kedua, madrasah NU cenderung family centris. Yayasan dan kepala madrasahnya masih satu keluarga.

Ketiga, tidak ada inovasi dan diferensiasi sehingga semua berjalan lambat dan kembang kempis.

Lalu keempat, tidak mempunyai publikasi yang baik, terkadang malah tidak jarang keberadaan madrasah itu diragukan.

Kelima, manajemen aset lemah dan keenam pendanaan terbatas.

“Kelemahan ini harus kita kaji dan dicarikan solusi agar madrasah aliyah milik NU makin diminati dan bisa tembus 15 Perguruan Tinggi yang alumninya paling berpengaruh dalam pengambilan kebijakan negara,” pungkas Nusron. (za)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia
Trending di Kabar