Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Kabar · 16 Mei 2023 06:01 WIB ·

Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92


 Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92 Perbesar

nujepara.or.id – Ribuan orang memadati halaman Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Masalikil Huda Tahunan untuk mengikuti peringatan malam puncak Hari Lahir (harlah) madrasah yang ke-92 dan Haul Masyayikh, Senin (15/5/2023).

Seperti diketahui, acara puncak harlah Masalikil Huda yang ke- 92 ini adalah rangkaian acara yang sebelumnya di awali dengan kegiatan lomba-lomba antar sekolahan.

Acara yang bertajuk “Masalikil Huda Bersholawat” ini dihadiri Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftachul Akhyar dan Habib Muhammad bin Salim.

Hadir pula Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah PCNU Kabupaten Jepara, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah MWC NU Tahunan, Forkopimda, serta Ketua Umum YPI Masalikil Huda H. Adri Abdurrahman beserta jajaran pengurus.

Di hadapan ribuan jamaah, KH. Miftachul Akhyar memperingatkan bahwa zaman fitnah sudah sangat meresahkan dan sangat melekat seperti pakaian.

“Orang tua menghabiskan masa tuanya dengan fitnah, anak-anak muda tumbuh dalam fitnah. Bahkan saat ini, manakala ada ulama yang mengajak untuk meninggalkan fitnah malah dituduh bid’ah”, kata Kiai Miftachul Akhyar dalam tausiyahnya.

Lebih lanjut Kiai Miftachul Akhyar mengatakan, jika fitnah diibaratkan seperti pakaian yang melekat, maka keseharian kita akan dipenuhi dengan fitnah.

Hal ini seperti yang pernah didawuhkan oleh Sohabat Abdullah bin Mas’ud pada masa awal-awal Islam.

“Manakala ulama’-ulama’nya banyak yang sudah meninggal dunia, maka yang muncul adalah orang-orang ‘bodoh”. Bodoh dalam memahami agama, bodoh dalam menyikapi hidup, meskipun gelarnya berderet-deret,” lanjut Kiai Miftah.

Kiai Miftah juga mengingatkan bahwa pendiri Madrasah Masalikil Huda, KH Abu Syuja’ telah mempersiapakan sebuah lembaga pendidikan agama Islam yang baik. Acara kemudian ditutup dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Habib Muhammad bin Salim beserta grup rebananya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia
Trending di Kabar