Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 16 Mei 2023 06:01 WIB ·

Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92


 Ribuan Jama’ah Penuhi Halaman Madrasah Masalikil Huda di Acara Malam Puncak Harlah Ke-92 Perbesar

nujepara.or.id – Ribuan orang memadati halaman Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Masalikil Huda Tahunan untuk mengikuti peringatan malam puncak Hari Lahir (harlah) madrasah yang ke-92 dan Haul Masyayikh, Senin (15/5/2023).

Seperti diketahui, acara puncak harlah Masalikil Huda yang ke- 92 ini adalah rangkaian acara yang sebelumnya di awali dengan kegiatan lomba-lomba antar sekolahan.

Acara yang bertajuk “Masalikil Huda Bersholawat” ini dihadiri Rais A’am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Miftachul Akhyar dan Habib Muhammad bin Salim.

Hadir pula Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah PCNU Kabupaten Jepara, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfizdiyah MWC NU Tahunan, Forkopimda, serta Ketua Umum YPI Masalikil Huda H. Adri Abdurrahman beserta jajaran pengurus.

Di hadapan ribuan jamaah, KH. Miftachul Akhyar memperingatkan bahwa zaman fitnah sudah sangat meresahkan dan sangat melekat seperti pakaian.

“Orang tua menghabiskan masa tuanya dengan fitnah, anak-anak muda tumbuh dalam fitnah. Bahkan saat ini, manakala ada ulama yang mengajak untuk meninggalkan fitnah malah dituduh bid’ah”, kata Kiai Miftachul Akhyar dalam tausiyahnya.

Lebih lanjut Kiai Miftachul Akhyar mengatakan, jika fitnah diibaratkan seperti pakaian yang melekat, maka keseharian kita akan dipenuhi dengan fitnah.

Hal ini seperti yang pernah didawuhkan oleh Sohabat Abdullah bin Mas’ud pada masa awal-awal Islam.

“Manakala ulama’-ulama’nya banyak yang sudah meninggal dunia, maka yang muncul adalah orang-orang ‘bodoh”. Bodoh dalam memahami agama, bodoh dalam menyikapi hidup, meskipun gelarnya berderet-deret,” lanjut Kiai Miftah.

Kiai Miftah juga mengingatkan bahwa pendiri Madrasah Masalikil Huda, KH Abu Syuja’ telah mempersiapakan sebuah lembaga pendidikan agama Islam yang baik. Acara kemudian ditutup dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Habib Muhammad bin Salim beserta grup rebananya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar