Menu

Mode Gelap
Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

Hujjah Aswaja · 30 Mei 2023 02:17 WIB ·

Pancasila dan Godaan Ideologi Dunia


 Pancasila dan Godaan Ideologi Dunia Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni

Dalam perjalanan sejarahnya, Pancasila banyak “menggoda” ideologi ideologi lain baik menggoda ideologi “kanan” maupun menggoda ideologi “kiri”.

Ideologi “kanan” mengkritisi dan menganggap Pancasila hanya sebuah “pemikiran manusia” yang tidak sesuai dengan “ajaran agama” bahkan secara ekstrim pengamal ideologi “kanan” menyebut Pancasila sebagai “thoghut”.

Berbeda dari ideologi “kanan” adalah ideologi “kiri” yang menganggap Pancasila adalah ideologi yang terlalu ikut campur dalam problematika “privat”, — baik tentang kebebasan individu maupun beragama, — dan abai terhadap problematika sosial.

Pertarungan dan cara pandang antara ideologi “kanan” dengan ideologi “kiri” dalam “mentafsirkan” Pancasila sama sama menggunakan pendekatan “ekstrim” yang di ukur dengan “ego-tafsirnya” masing masing sehingga mereka terjebak dan melupakan tafsir “historitas” dan “budaya” yang multi-ras dan multikultural.

Historitas Indonesia menjadi merdeka adalah hasil perjuangan para pahlawan kusuma bangsa bukan hasil “pemberian” para penjajah sehingga Pancasila adalah proses sublimasi historis yang merupakan sebuah usaha untuk merubah atau memperbaiki pemikiran masa lalu menjadi pemikiran yang berkembang dari waktu ke waktu dan dapat diterima oleh masyarakat.

Di sisi lain, Realitas sosial dan budaya Indonesia adalah majmuk dan multikultural. Masyarakat majmuk adalah masyarakat yang heterogen atau beragam lintas suku, ras dan lintas interaksi sosialnya. Sedangkan realitas budaya Indonesia adalah multikultural yang memiliki beragam budaya atas dasar beragamnya cara pandang, nilai, dan suku yang menyebar di se-antero nusantara.

Dari kondisi diatas, ideologi “kanan” maupun ideologi “kiri” gagal paham mentafsirkan Pancasila yang mereka maknai “ego-ekstrim’ atas dasar cara pandang mereka yang monolitik dan mono-sentris baik dari sisi historis maupun sosio-cultural.

Gagal paham mereka ini tidak sebatas hanya menjadi “konsep” lebih dari itu, kemudian mereka paksakan menjadi sebuah “gerakan” untuk mengubah Pancasila yang berasal dari ideologi “kanan” disebut gerakan “radikalisme” yang kemudian meningkat satu digit menjadi “terorisme”, sedangkan gerakan yang berasal dari ideologi “kiri” disebut “revolusi” yang kemudian meningkat satu digit menjadi “ekstrimisme”.

Percobaan “kudeta” terhadap Pancasila oleh kedua ideologi diatas, mengapa selalu “gagal”? Jawabannya sederhana: Karena mereka gagal paham terhadap proses historitas dan realitas sosial budaya yang beragam yang dimilliki Indonesia. Olehnya Pancasila semenjak lahir sampai sekarang, siapa pun menyebutnya adalah sejak lahir Pancasila “Sakti” dan bahkan mampu “menggoda” ideologi ideologi lain di seluruh dunia yang sekarang ini satu persatu tumbang.

Selamat hari lahir Pancasila yang merupakan Pancaran Sinar Ilahi : 1 Juni 2023.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

Baca Lainnya

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara
Trending di Hujjah Aswaja