Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Hujjah Aswaja · 7 Mar 2019 13:22 WIB ·

Agar Tersambung Rasulullah, Silaturrahim dan Senangkan Dzuriyah Nabi


 Agar Tersambung Rasulullah, Silaturrahim dan Senangkan Dzuriyah Nabi Perbesar

nujepara.or.id – Agar selamat dan tersambung dengan Nabi Muhammad SAW sehingga tangan seseorang akan dituntun nabi menuju surga pada hari kiamat, maka yang dilakukan dua hal, yakni menyambungkan diri, silaturrahim dengan keluarga Nabi Muhammad di antaranya keturunan, cucu nabi dan habib dan menyenangkan keluarga dan anak cucu nabi.

Hal itu disampaikan Kiai Muhammad Nasikhin dalam maidlatul hasanah acara Selapanan Lebak Bersholawat Jam’iyah Shalawat Roudlatul Musthofa Jepara bersama Habib Muhsin, Jumat (22/2/2019) di Mushala Miftahul Ulum Dukuh Selulang Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara.

Ia mengungkapkan, Rasulullah Muhammad SAW ditakdirkan Allah SWT tidak memiliki putra yang hidup hingga dewasa agar terhindar dari fitnah. Hal itu juga telah dinash dalam al qur’an. Nabi Muhammad hanya memiliki putri sayyidah Fatimatuz Zahra yang masih hidup hingga dewasa. Sudah sepatutnya kita sebagai umat mencintai menghormati dzurriyyah rasulullah.

Kiai Nasikhin juga mengingatkan untuk berhati-hati atas bahaya membenci keturunan nabi Muhammad SAW. Apalagi hanya karena kepentingan politik dalam kontestasi pemilu 2019 yang hanya duniawi. Tidak selayaknya saling menghina antara para pendukung calon pasangan presiden dan wakil presiden yang akan dipilih 17 April nanti.

“Orang yang menghina sayyid dan habib akan hancur. Ibarat darah pada habib beracun bagi siapa pun yang menghinanya,” tegasnya.

Ia melanjutkan keterangan, balasan bagi siapa pun yang membaca maulid Nabi Muhammad dan senang hadir majelis maulid meninggal husnul khotimah, bahkan masuk surga. Kiai Nasikhin juga menjelaskan, orang yang akan mendapat naungan Allah. Orang yang menghadiri Majelis Ilmu, orang yang membaca shalawat nabi dan orang yang menjalankan shalat dengan khusuk.

Acara dihadiri ratusan warga yang antusias dalam melantunkan shalawat bersama Habib Muhsin bin Abdul Qodir Al’aydrus dan Sayyid Ashif bin Abdurrahman Albar. [az] 

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wadahi Para Penghafal Alquran, Ini Sinergi Lazisnu dan JQH 

12 Agustus 2022 - 07:16 WIB

Sembilan Nilai Warisan Gus Dur, Apa Saja?  

9 Agustus 2022 - 01:37 WIB

Harlah Unisnu Ke-31: Candradimuka Pemimpin Masa Depan Jepara

7 Agustus 2022 - 03:33 WIB

Ini Tujuh Peristiwa Penting Pada 10 Muharram

5 Agustus 2022 - 02:07 WIB

Ketua PBNU : Jangan Kiaikan Dukun, Kita Harus Selektif

4 Agustus 2022 - 02:37 WIB

Ilustrasi praktik perdukunan (@dukunsantet)

Malam Puncak Gebyar Muharram, MWC NU Kedung Gelar Doa Bersama

1 Agustus 2022 - 13:33 WIB

Trending di Hujjah Aswaja
%d blogger menyukai ini: